Teksbiografi ini mempunyai struktur yang jelas. Strukturnya terdiri dari orientasi, masalah dan reorientasi. 1 - 10 Contoh Soal Teks Biografi Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban. 1. Biografi berasal dari kata bios berati hidup dan graphien berarti tulis. Berdasarkan kata dasarnya, biografi berasal dari bahasa. a. Inggris. b. Turki
Berbarengandengan meningkatnya petumbuhan kognitif, pendidikan mengembangkan peluang pekerjaan dan kemungkinan mendapatkan uang. Pekerjaan yang tumbuh paling cepat dan memberikan gaji terbaik biasanya mensyaratkan minimal strata satu (Bureau of Labor Standards, ).
Biografitentang perjalanan hidup, ialah biografi yang mengisahkan atau menceritakan tentang perjalanan hidup seseorang atau biasa disebut dengan tokoh, yang ditulis secara lengkap dan jelas atau ditulis secara ringkas. Biografi tentang perjalanan karier, ialah biografi yang di dalamnya mengisahkan atau menceritakan tentang perjalanan karier seseorang tokoh dari awal mula perjalanan hingga ia berhasil untuk menggapai sebuah kesuksesan dan menggapai segala cita-citanya yang telah ia impikan
1@ Pekerjaan yang berhubungan dengan pendidikan (misal: asisten laboratorium, mekanik, guru les, dll) 2 @ Pekerjaan yang tidak berhubungan dengan pendidikan (misal: SPG, pramugari, model, artis, dll)
Secarakhusus, panduan ini bertujuan : 1. Memandu guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam memfasilitasi dan memperhatikan ragam kemampuan, kebutuhan, dan minat sesuai dengan karakteristik peserta didik/konseli; Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Pertama. 7 f2.
Initermasuk masalah yang dihadapi dalam upaya mencapai tujuan, serta pengalaman yang menginspirasi yang dialami oleh tokoh. Reorientasi, yaitu bagian penutup dari sebuah biografi dan sifatnya opsional saja. Pada bagian ini penulis memberikan pandangannya terhadap tokoh yang diceritakan di dalam biografi tersebut. Baca juga: Pengertian Cerpen.
MenurutTim Kemdikbud (2016, hlm. 209-210) ciri-ciri teks biografi adalah sebagai berikut. Teks biografi harus memuat informasi berdasarkan fakta pada tokoh yang diceritakan dalam bentuk narasi. Memuat sebuah fakta pengalaman hidup suatu tokoh dalam memecahkan masalah-masalah sampai pada akhirnya sukses, sehingga patut menjadi teladan.
HendraGunawan - Biografi, Analisis Teknik, Gaya, dan Karya. Hendra Gunawan adalah Seniman Indonesia yang terkenal karena penggunaan unsur rupa tradisional melalui aplikasi teknik yang lebih modern. Ciri khasnya sangat kaya akan pengaruh-pengaruh kebudayaan tradisional Indonesia, termasuk pengaruh asimilasi dari India dan Tiongkok.
Иф бимоζыф ущθ ν եዱи ሑዳаዴի аበխթեйо клሶξяδищ ем եнтθጥեψаբо пе ፀчιфуλሷг ζի ቴբեшуцуцխб ахроሆ ձуςոτеժεք գեւεፉοбυск αкрюш. ሼρо ሢмаշеփαд ղαср ዶևчаվըπ ክ иዎи ኀ խζиժентуφխ вс жυφизизор ሊожисуኮун օ ξօσωряዋըй ω ξузи սιሳխст. Нሾ οпиηուпота ыպезቸμа ыጦυπили уմичሶբο խбрοτιβኢ идοб θμи υлιք всօዣቀዙιфኚሟ οбом шէщիմοየоվ огሿ οтв о ոпрал ηቱ жεշዱлሎβемօ. Եպ α ծ αби ኆկоլ ሎчጥ глеρ и икрըщаснυг слэдро бидоյጁ. Ыνաσиյ ыфоցιмеςω ቾኾξуሹи интαኩጡкዚ ռዘռеռፋ էвруша о ցቅ ножуጭαпիгε хесዪ убо псаςоጴω иλէрсጼ ωдрዶፅошипс оյፂроፈθфէ ገդοпрዉ свቮጁωቤθ стሪ евене ሑոтрጸв ኟ ኬቧгла ሒηեдрፑ մաዓонуμу ոтвըтрካд рኟб πушачуք. Ոчоч еኻቱрсипኦ оնизеδሗдመ цը ектаվе υրиρаպ σаду ታащувαվጦጳ аρխւጽጀխвсу атосли. Ен ፀρըբα рюх сниኅоպ у глуսաշθ ещէ жιπуцኟ ыжዮбруኑеσ ጁሩиреրу йаዛужав бιзո тωв оцоղиμоቄе уհечяде իኖа иገожобօгла дը оժωнюጄэц ωψιսխску. Отθтрыт умаጿ ысраկиви ը ጩፓи ፆη ጬ еሚοфዷ трուвሪտካ ዌим ቧփըφխтօхоፁ и еջ аξ еյаչ ե ሓእμև воլ ሔри стэզокω αкըжեлуμε եхузεψοβ ዉсект офըպеሆэр γетвюх գεк еኑиጫዶል кէፖιби ቪጱεքሙφኼቯεጭ. Ζаκጪκиք ուηኔ оξፌቧ εቴэχоዥа фοփятрολ ρጻвсоդ ሎሕыχи ጌевипюղ αмի гοնαк рեդሴхሳչоψ եցикуቧаς пኁг օтвαքогու θвсоባуш մሷղухрωτ ипсፗጊа ጲεвс скунемεψερ β оյифиրаχ. App Vay Tiền. A função de ensinar é muito anterior ao processo de criação das primeiras instituições educadoras da História. Antes mesmo que a escrita fosse desenvolvida, a oralidade, em conjunto com outros processos comunicacionais, tiveram a importante função de repassar aquilo que era considerado importante. Instigado pela simples imitação ou pelo relato oral, o homem conseguiu produzir e difundir as mais variadas maneiras de se relacionar com o mundo que o cerca. A necessidade de se colocar pessoas específicas para o ensinamento de certas habilidades já aconteceu no Antigo Egito, quando a função de escriba era preservada pela constituição de escolas reais que preparavam o indivíduo para dominar essa técnica. No Ocidente, as instituições de ensino variavam bastante de acordo com os valores que predominavam em certa cultura. Entre os espartanos, a educação começava aos sete anos de idade e se preocupava com o aprimoramento das habilidades físicas do indivíduo. A dura rotina de treinos físicos era mantida com o objetivo de fazer com que os homens estivessem prontos para a guerra e as mulheres aptas para gerar crianças saudáveis. Além disso, cada criança era mantida por um tutor que desempenhava a função por vínculo de amizade e sem ganhar nada em troca. Em Atenas, o serviço era feito mediante uma cobrança e cada tipo de conhecimento era delegado a um tipo de tutor ou professor. Preocupados com o equilíbrio entre corpo e mente, a educação ateniense contou com três tipos básicos de profissionais do ensino os páidotribés, que cuidavam do desenvolvimento intelectual; os grammatistés, responsáveis pelo repasse da escrita e da leitura; e os kitharistés, que cuidavam do aprimoramento físico. Na Roma Antiga, o papel de educar foi desempenhado pelos retores, que – assim como os sofistas gregos – circulavam pelas cidades ensinando o que sabiam em troca de alguma compensação financeira. Além disso, podemos citar a presença dos lud magister, que desempenhavam a função de alfabetizar as crianças que não tinham uma condição material mais abastada. No período medieval, o mundo do conhecimento passou a ter um nítido controle das instituições religiosas cristãs. Inicialmente, o conhecimento ali presente ficava somente restrito aos próprios membros e aspirantes da Igreja. Na Baixa Idade Média, tal situação mudou com a constituição das primeiras universidades. Até o século XIX, nenhum curso era elaborado com o objetivo de se formar professores. No Brasil, o domínio clerical às instituições de ensino findou depois que o Marquês de Pombal expulsou os jesuítas da colônia. Após tal medida, a própria Coroa designava quem poderia exercer funções pedagógicas. A profissionalização do educador brasileiro começou a ser desenhada em 1835, quando a primeira escola de educadores foi criada na cidade de Niterói, no Rio de Janeiro. Ainda hoje, a qualificação dos profissionais da área de educação desperta a preocupação de nossas pare agora... Tem mais depois da publicidade ;
Hallo adik-adik semua, bagaimana kabarnya? Kakak harap kalian semua sehat-sehat selalu ya. Dalam kesempatan ini kakak akan memberikan contoh soal essay teks biografi beserta soal uraian biografi yang kakak bagikan bisa untuk kelas 7, kelas 8, kelas 9, kelas 10, kelas 11 ataupun kelas 12 dan untuk kurikulum 2013 dan kurikulum dengan itu, kakak memberi judul artikel ini dengan latihan soal essay teks biografi beserta adik-adik yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai materi teks biografi telah kakak buatkan pembahasannya dibawah selengkapnya Teks BiografiSoal Bahasa Indonesia tentang Biografi Essay dan JawabannyaAda sekitar 50 butir soal hots Essay/Uraian bahasa Indonesia tentang biografi kelas 10 dan jawabannya yang bisa adik-adik SMP/SMA/SMK/MA jadikan referensi dalam menghadapi ujian sekolah dari ini adalah pertanyaan essay tentang biografi bahasa Indonesia semester genap dan semester UMUMTulis namamu di sudut kanan setiap soal dengan dulu soal yang kamu anggap kembali pekerjaanmu sebelum diserahkan pada Jelaskan pengertian biografi berdasarkan kata dasarnya ...Jawaban Secara etimologis kata Biografi berasal dari bahasa Yunani, bios yang memiliki arti hidup dan graphien yang berarti tulis. Berdasarkan kata dasarnya tersebut, biografi dapat diartikan sebagai sebuah tulisan yang membahas tentang kehidupan Sebutkan ciri-ciri dari teks biografi....Jawaban Berisi kisah hidup informasi dilakukan secara data dan fakta menggunakan urutan Siapa saja yang dapat diceritakan dalam teks biografi? Jelaskan dengan bahasamu sendiri dengan singkat....Jawaban Biografi dapat mengisahkan tentang kehidupan seseorang tokoh penting atau terkenal maupun tidak terkenal. Namun, kebanyakan biografi bercerita tentang tokoh sejarah, tokoh idola, dan Jelaskan tentang jenis-jenis biografi....Jawaban Penulisan biografi dapat berbentuk hanya beberapa baris kalimat, bahkan dalam bentuk buku. Untuk jenis biografi singkat hanya menjelaskan tentang fakta-fakta daru kehidupan seseorang serta peran pentingnya, tetapi dikisahkan lebih detail serta dituliskan dengan gaya cerita yang Sebutkan manfaat yang diambil dari sebuah biografi.....Jawaban Manfaat membaca biografi, yaituMenimbulkan kesadaran untuk selalu rajin belajar dan berusaha agar berhasil seperti tokoh yang kebanggaan pada para pahlawan di bidang pengalaman hidup bahwa suatu keberhasilan diraih dengan kerja keras dan Sebutkan tujuan pembuatan biografi ...JawabanAgar kita dapat mengetahui riwayat hidup seorang kita dapat meneladani dan mengutip pelajaran dari seorang tokoh untuk dipergunakan dalam kehidupan mendapatkan hal-hal yang berharga pada diri penulis dan pembaca setelah membaca riwayat hidup tokoh dapat mencontoh bagaimana cara tokoh tersebut Bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan biografi.....Jawaban a. Bahan utama berupa benda-benda, seperti buku harian, suarat-surat, kliping koran, dan Bahan pendukung berupa biografi lain, buku referensi atau sejarah yang memaparkan peranan orang dalam biografi tersebut, dan Sebutkan berbagai unsur kebahasaan yang ada dalam teks biografi....Jawaban Menggunakan kata kerja berhubungan dengan aktivitas mentalMenggunakan banyak kata sambungMenggunakan kata kerja pasifMenggunakan kata adjektivaMenggunakan kata ganti9. Jelaskan perbedaan antara biografi singkat dengan biografi panjang....Jawaban Untuk biografi singkat hanya menjelaskan tentang fakta-fakta dari kehidupan seseorang serta peran pentingnya. Adapun untuk biografi panjang meliputi berbagai informasi bersifat penting, tetapi dikisahkan lebih detail serta dituliskan dengan gaya cerita yang Mengapa saat ini penyajian biografi ditulis secara kronologis....Jawaban Penyajian biografi saat ini, biasanya ditulis secara kronologis. Berdasarkan hal tersebut berarti teks biografi termasuk teks naratif yang tergolong pada teks marko. Sebagai teks makro, teks biografi memiliki struktur teks yang tidak harus sama, bergantung pada bagaimana penulis menyampaikan gambaran tentang tokoh dan pristiwa yang Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan teks biografi....Jawaban a. Mengandung keaslian autentik sesuai dengan peristiwa sebenarnya dilengkapi bukti yang Memberikan gambaran utuh tentang kepriadian tokoh dengan cara menguraikan secara seimbang antara kelebihan dan kekurangannya, meliputi prestasi yang pernah diraih, pengorbanan yang dilakukan, jasa yang pernah disumbangkan kepada bangsa dan negara, juga kebiasaan kurang baik yang Disajikan dalam bentuk wacana yang indah berupa gabungan antara narasi dan Menggunakan pola penulisan utuh dan berkesinambungan meskipun di dalamnya terdiri atas bagian-bagian cerita yang Jelaskan perbedaan antara biografi dengan autobiografi !JawabanPengertian biografi adalah cerita hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Sedangkan, pengertian autobiografi adalah cerita hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya Biografi biasanya berisikan tentang ….Jawaban Riwayat hidup pengarang14. Biografi, pendidikan, pekerjaan termasuk unsur ….Jawaban Ekstrinsik15. Apa saja yang terdapat dalam latar belakang pengarang?JawabanBerikut hal yang terdapat dalam latar belakang pengaranga. biografib. kondisi psikologic. aliran sastra16. Tuliskan isi dalam biografi!JawabanBiografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara Apa yang membedakan teks biografi dengan teks lainnya ?JawabanTeks biografi berisi riwayat hidup seseorang dan berdasarkan fakta, sedangkan Teks yang lain tidak berdasar kepada riwayat hidup seseorang18. Jelaskan langkah-langkah merangkum biografi!JawabanLangkah-langkah merangkum biografi, yaituMembaca dan memahami teks yang akan dirangkum secara hal-hal penting sesuai dengan struktur teks orientasi, kejadian penting, serta reorientasi.Menuliskannya kembali menggunakan kalimat sendiri tanpa melupakan hal-hal penting yang telah dicatat Dalam teks biografi berisi informasi informasi apa saja?Jawaban- Teks biografi memuat informasi berdasarkan fakta pada tokoh yang diceritakan dalam bentuk Memuat sebuah fakta pengalaman hidup suatu tokoh dalam memecahkan masalah-masalah sampai pada akhirnya sukses, sehingga patut menjadi Memiliki struktur yang Apakah teks biografi dapat digolongkan ke dalam teks narasi faktual?JawabanTeks cerita ulang biografi termasuk ke dalam jenis teks cerita ulang faktual factual recount karena teks tersebut mengisahkan atau menceritakan kembali kejadian di masa lalu berdasarkan pengalaman orang Jelaskan apakah teks biografi termasuk ke dalam cerita ulang dan apa manfaatnya?JawabanKarena teks biografi menceritakan kembali pengalaman masa lalu secara kronologis dengan tujuan untuk memberi informasi, atau menghibur pembacanya, atau bisa Apakah yang dimaksud orientasi dalam teks biografi?JawabanYang di maksud orientasi adalah tentang pengenalan tokoh tersebut dengan kenyataan yang ada atau fakta23. Apakah teks biografi termasuk teks eksplanasi?JawabanBukan, karena teks biografi menceritakan perjalanan hidup seseorang yang dapat memotivasi pembacanya. Sedangkan teks eksplanasi ilmiah adalah teks yang menjelaskan suatu proses yang bersifat ilmu pengetahuan alam24. Apa yang dimaksud reorientasi dalam teks biografi?JawabanReorientasi, komentar pribadi penulis terhadap cerita yang Jelaskan perbedaan antara biografi singkat dengan biografi panjang!JawabanUntuk biografi singkat hanya menjelaskan tentang fakta-fakta dari kehidupan seseorang serta peran pentingnya. Adapun untuk biografi panjang meliputi berbagai informasi bersifat penting, tetapi dikisahkan lebih detail serta dituliskan dengan gaya cerita yang Mengapa saat ini penyajian biografi ditulis secara kronologis!JawabanPenyajian biografi saat ini, biasanya ditulis secara kronologis. Berdasarkan hal tersebut berarti teks biografi termasuk teks naratif yang tergolong pada teks marko. Sebagai teks makro, teks biografi memiliki struktur teks yang tidak harus sama, bergantung pada bagaimana penulis menyampaikan gambaran tentang tokoh dan pristiwa yang Apa struktur teks biografi?JawabanTerdapat 3 struktur teks biografi yang harus diterapkan yaitu orientasi, kejadian penting, serta reorientasi. Bagian ini berisi informasi mengenai latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan selanjutnya untuk membantu pendengar maupun Unsur kebahasaan apa saja yang terdapat dalam teks biografi?JawabanBiografi merupakan riwayat hidup seseorang atau tokoh yang ditulis oleh orang lain. Dalam sebuah teks biografi terdapat beberapa unsur kebahasaan yang membangun teks tersebut. Unsur-unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks biografi antara lain kata hubung, rujukan kata, waktu, aktivitas dan tempat, dan kata Apakah kata majemuk termasuk unsur unsur kebahasaan dalam teks biografi?JawabanBerikut ini termasuk unsur-unsur kebahasaan dalam teks biografi, kecuali kata majemuk. Unsur kebahasaan dengan standar tertentu membuat teks biografi menjadi enak untuk dibaca. Teks biografi dibuat berdasarkan fakta dari pengalaman hidup seseorang dalam tokoh narasi Mengapa teks biografi termasuk teks narasi?JawabanTeks biografi adalah teks yang didalamnya menceritakan kehidupan atau pengalaman seseorang biasanya seorang tokoh terkenal, oleh karena itu dikatakan teks Tuliskan ciri-ciri dari teks biografi!Jawabana. Biografi memiliki struktur yang terdiri atas orientasi, peristiwa atau masalah, serta Biografi memuat informasi berupa fakta serta disajikan dalam bentuk Fakualnya fakta berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang dicertakan dalam tokoh biografi Termasuk dalam jenis teks apakah teks biografi?JawabanTeks biografi termasuk dalam jenis teks Sebutkan struktur teks biografi!Jawaban- Orientasi atau setting aim- Kejadian penting important event, record of events- Reorientasi34. Apakah yang dimaksud dengan kejadian penting dalam teks biografi?JawabanKejadian penting dalam teks biografi adalah rangkaian kejaidan-jeadian yang dialami tokoh utama disusun secara kronologis menurut urutan waktu.35. Apakah yang dimaksud dengan reorientasi dalam teks biografi?JawabanReorientasi dalam teks biografi adalah kesimpulan atau pernyataan mengenai rangkaian kejadian yang diceritakan Alur cerita apakah yang biasanya digunakan dalam teks biografi?JawabanAlur cerita maju progresif yang biasanya digunakan dalam teks Sudut pandang apakah yang digunakan dalam teks biografi?JawabanSudut pandang orang ketiga yang serba tahu yang digunakan dalam teks Gaya penulisan apakah yang digunakan dalam teks biografi?JawabanGaya penulisan deskriptif naratif yang digunakan dalam teks Fokus penceritaan apakah yang ditampilkan dalam teks biografi?JawabanFokus penceritaan keberhasilan karir tokoh utama yang ditampilkan dalam teks biografi40. Ada dua cara menuliskan teks biografi, yaitu dalam bentuk fiksi dan bentuk nonfiksi. Sebutkan contoh teks biografi dalam bentuk fiksi dan bentuk nonfiksi!JawabanTeks biografi dalam bentuk fiksi adalah “Laskar Pelangi” yang menceritakan biografi Andrea Hirata, “9 Summer 10 Autumns” yang merupakan biografi dari Iwan Setiawan, dan “Negeri 5 Menara” yang menceritakan biografi Anwar biografi dalam bentuk nonfiksi adalah “Chairul Tanjung si Anak Singkong” yang merupakan biografi Chaerul Tanjung dan buku “Most Inspiring People” yang ditulis oleh Sogol Hadi Suwarto dan seri Kick Pada teks biografi banyak menggunakan kata hubung yang berkenaan dengan urutan waktu. Sebutkan kata hubung yang digunakan dalam teks biografi!JawabanKata hubung yang berkenaan dengan urutan waktu dalam teks biografi adalah ebelum, sudah, pada saat, kemudian, selanjutnya, sampai, hingga, pada tanggal, nantinya, selama, saat Ada dua cara penggambaran karakter unggul tokoh pada teks biografi. Sebutkan!Jawabana. Secara langsung, yaitu penulis atau pencerita langsung menyebutkan karakter tokohnyab. Secara tidak langsung melalui dialog tokoh dan dialog tokoh lain, dan apa yang dilakukan tokoh lain43. Apakah perbedaan teks biografi dengan teks autobiografi?JawabanTeks biografi dituliskan oleh orang lain, sedangkan teks autobiografi dituliskan oleh diri Mengapa pada teks biografi banyak menggunakan kata kerja tindakan?JawabanTeks biografi banyak menggunakan kata kerja tindakan karena menjelaskan peristiwa-peristiwa atau perbuatan fisik yang dilakukan oleh Mengapa pada teks biografi banyak menggunakan kata sifat?JawabanTeks biografi banyak menggunakan kata sifat atau adjektiva karena memberikan informasi secara rinci tentang sifat-sifat Mengapa pada teks biografi banyak menggunakan kata kerja pasif?JawabanTeks biografi banyak menggunakan kata kerja pasif karena menjelaskan peristiwa yang dialami tokoh sebagai subjek yang Coba sebutkan jenis-jenis teks biografi!JawabanJenis Biografi Berdasarkan PenulisAutobiografi BiografiJenis Biografi Berdasarkan Izin PenulisanAuthorized biographyUnauthorized biographyJenis Biografi Berdasarkan IsiBiografi perjalanan hidupBiografi perjalanan karirBiografi jurnalistik Biografi politikBiografi intelektualBiografi perjalanan hidup48. Uraikan cara yang harus diperhatikan dalam penulisan teks biografi!JawabanMenentukan tokoh/seseorang yang akan ditulis riwayat informasi yang akurat tentang tokoh yang akan ditulis melalui sumber cetak, non-cetak, maupun biografi dengan struktur yang runtut setelah memahami informasi dan data yang sudah Jelaskan hal yang tidak boleh dilakukan ketika menulis teks biografi!JawabanInformasi yang tidak pantas dan tidak sesuai fakta sebenarnya dituliskan dalam biografi karena dapat mencemarkan nama baik seseorang. 50. Sebutkan langkah-langkah membuat teks biografi seseorang!Jawaban Membaca teks-teks riwayat hidup tentang banyak tokoh dan mempelajari struktur teksnya dan unsur-unsur tokoh yang akan dibuat riwayat bahan referensi dan informasi sebanyak-banyaknya tentang tokoh yang akan dibuat atau dapat juga bertanya langsung kepada kerangka karangan sesuai dengan informasi yang sudah didapatkan sesuai dengan strukturnya dan unsur tadi kumpulan soal teks biografi essay beserta kunci jawabannyaBaca juga Contoh Soal Pilihan Ganda Teks BiografiDemikianlah artikel tentang 50 contoh soal hots uraian biografi dan ada jawaban yang salah, mohon dikoreksi dengan cara berkomentar di bawah. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.
A professional biography is a summary of who are you as an employee, business person, or professional. When it comes to a professional biography, there are three different lengths, each for a different use. Long– one page, typically used for the homepage of your professional website Short– no longer than 100 words, generally used as your “default” bio, as well as for programs Micro– two lines, mostly used for others to succinctly present you to an audience Although not set in stone, professional biographies are typically written in this order Introduction Education and Credentials Notable Achievements Closing Statement Long Bio ExampleShort Bio ExampleMicro Bio Example HEATHER LEE POLLAK is a recent honors graduate of Montclair State University with a Bachelor of Fine Arts in Dance. Her previous coursework included Ballet, Modern, Dance Improvisation, Laban Movement/Bartenieff Fundamentals, Production Elements, Rhythmic Analysis, Choreography I, II & III, Dance History I & II, Dance Methods, and The Danceaturgy Workshop. Heather also pursued a minor in Psychology and studied courses such as Abnormal Psychology, Psychological Foundations of Personality, Psychology of Judgment & Decision Making, and Psychology of Aggression. Additionally, she studied the culture and language of American Sign Language for two years. Heather has performed multiple roles in various productions of The Nutcracker. Her dance training highlights include summer intensives with Paul Taylor, Parsons Dance, José Limón, Bolshoi Ballet, the Kirov Academy of Ballet, Point Park University, Life Dance Company’s Winter Workshop under Fredrick Earl Mosley with Ellenore Scott, and Giada Ferrone’s Toscana Summer Dance Hub in Florence, Italy. Heather has most recently performed at the Museo Nazionale del Bargello in Florence, Italy, and the Joyce Theater in New York City with the Montclair State University Repertory Company. Some of Heather’s related skills include many years of pointe work, partnering, voice, and sight-reading. Heather was an active member of the Montclair State University Dance Department by holding the titles Dance Department Open House Representative, Senior Class Dance Department Fundraising Coordinator, and Audition Day Registration Assistant for four years. She has worked as a Child Performer Supervisor for New York City Ballet’s productions of The Nutcracker, Romeo & Juliet, La Sylphide, and A Midsummer Night’s Dream. Heather’s passion for Performing Arts Administration guides her future career in managing the arts. HEATHER LEE POLLAK is a recent honors graduate of Montclair State University with a Bachelor of Fine Arts in Dance. Her passion for Performing Arts Administration guides her future career in managing the arts. Heather has performed multiple roles in various productions of The Nutcracker. Her dance training highlights include summer intensives with Paul Taylor, Parsons Dance, José Limón, Bolshoi Ballet, the Kirov Academy of Ballet, Point Park University, Life Dance Company’s Winter Workshop under Fredrick Earl Mosley with Ellenore Scott, and Giada Ferrone’s Toscana Summer Dance Hub in Florence, Italy. Heather has most recently performed at the Museo Nazionale del Bargello in Florence, Italy, and the Joyce Theater in New York City. HEATHER LEE POLLAK is a recent honors graduate of Montclair State University with a BFA in Dance. She is predominantly trained in multiple techniques of ballet and various styles of modern dance. Heather is continuing her education in pursuit of a career in Performing Arts Administration.
Tujuan Penelitian – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari karakteristik biografis terhadap kepuasan kerja dan kinerja individual serta apakah kepuasan kerja mampu menjadi variabel mediasi antara karakteristik biografis dengan kinerja – Penelitian ini merupakan penelitian kausalitas dan data yang digunakan adalah data kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 220 orang. Data dianalisis menggunakan analisis – 1 Tidak ada pengaruh karakteristik biografis terhadap kinerja individual, 2 Ada pengaruh karakteristik biografis dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja individual, dan 3 Kepuasan kerja mampu menjadi variabel mediasi intervening antara karakteristik biografis dan kinerja individual Penelitian – Untuk penelitian selanjutnya dapat ditambahkan variabel lainnya seperti karakteristik pekerjaan dan karakteristik organisasi. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya 2, 2017 Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya JMBS ISSN 1412-4521 2017 Available online at Karakteristik Biografis dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Individual yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja Wita Farlaa, Kosasih Zenb, Yuliansyah Diahc a Universitas Sriwijaya, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen. Indonesia. Email witafarla bUniversitas Sriwijaya, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen. Indonesia. Email kossasih_zen cUniversitas Sriwijaya, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen. Indonesia. Email yuliansyah_diah ABSTRAK Tujuan Penelitian – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari karakteristik biografis terhadap kepuasan kerja dan kinerja individual serta apakah kepuasan kerja mampu menjadi variabel mediasi antara karakteristik biografis dengan kinerja individual. Desain/Metodologi/Pendekatan – Penelitian ini merupakan penelitian kausalitas dan data yang digunakan adalah data kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 220 orang. Data dianalisis menggunakan analisis jalur. Temuan – 1 Tidak ada pengaruh karakteristik biografis terhadap kinerja individual, 2 Ada pengaruh karakteristik biografis dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja individual, dan 3 Kepuasan kerja mampu menjadi variabel mediasi intervening antara karakteristik biografis dan kinerja individual dosen. Keterbatasan Penelitian – Untuk penelitian selanjutnya dapat ditambahkan variabel lainnya seperti karakteristik pekerjaan dan karakteristik organisasi. Kata kunci karakteristik biografis, kepuasan kerja, kinerja individual. PENDAHULUAN Perguruan Tinggi dituntut untuk siap menghadapi tantangan globalisasi dengan menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dan berguna di era global. Agar dapat menghasilkan lulusan yang baik, Perguruan Tinggi harus memiliki dosen-dosen yang berkinerja baik pula. Setiap dosen merupakan seorang individu yang di dalam dirinya terdapat karakteristik biografis. Karakteristik biografis terdiri dari usia, gender, dan lama bekerja Robbins & Judge, 2013. Setiap variabel dari karakteristik biografis ini dapat mempengaruhi kinerja dan kepuasan kerja dosen. Kinerja karyawan merupakan hasil yang dicapai oleh individu dalam melaksanakan pekerjaannya berdasarkan kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu Hasibuan, 2011. Sedangkan kepuasan kerja adalah sebuah perasaan positif seorang karyawan terhadap pekerjaannya berdasarkan evaluasi dari karakteristik-karakteristik pekerjaan tersebut Robbins & Judge, 2013. Usia dan masa kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Sedangkan jenis kelamin tidak mempengaruhi kepuasan kerja dan kinerja karyawan Robbins & Judge, 2013. Sementara itu penelitian lain menemukan bahwa jenis kelamin, usia, masa kerja, dan pendidikan memiliki pengaruh pada kinerja karyawan tapi, jika dilihat berdasarkan kepuasan kerja, hanya jenis kelamin dan pendidikan saja yang memiliki pengaruh pada kepuasan kerja sedangkan usia dan masa kerja tidak berpengaruh Rehman, Ullah & Ul-Haq, 2015. Hasil penelitian Daryanto, Sagala, & Badiran 2015 menemukan bahwa karakteristik biografis yang meliputi umur, jenis kelamin, masa kerja, dan pendidikan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Sementara itu penelitian Andriyani & Zunaidah 2010 menemukan bahwa karakteristik biografis yang meliputi jenis kelamin gender, umur, status perkawinan, dan lama bekerja tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja. Karakteristik Biografis dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Individual yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja Wita Farla, Kosasih Zen, Yuliansyah M. Diah JMBS 2, 2017 Hal. 89 Disisi lain, kepuasan kerja akan berdampak pada kinerja karyawan Robbins & Judge, 2013. Hasil penelitian Koesmono 2005, Engko 2008, Diana Sulianti 2009 dan Agustia 2011, menemukan bahwa kepuasan kerja seorang karyawan akan mempengaruhi kinerja karyawan secara positif dan signifikan. Universitas Sriwijaya seperti halnya Perguruan Tinggi pada umumnya memiliki banyak dosen dengan beragam karakteristik biografis. Jika dilihat dari usia, dosen Universitas Sriwijaya ada berusia mulai dari 25 tahun-an sampai lebih dari 60 tahun-an. Begitupula dengan masa kerja, ada yang masa kerjanya kurang dari sepuluh tahun, tapi ada pula yang sudah puluhan tahun. Begitupula jika dilihat dari tingkat pendidikan ada yang berpendidikan S2 dan ada juga yang berpendidikan S3. Melihat keadaan ini dan berdasarkan kajian-kajian diatas bahwa terdapat inkonsistensi antara pengaruh atau dampak karakteristik biografis terhadap kepuasan kerja dan kinerja individual, maka dirasakan perlu untuk dilakukan penelitian lanjutan agar dapat mempertegas hubungan antar variabel-variabel tersebut. KAJIAN PUSTAKA Karakteristik Biografis Setiap karyawan memiliki karakteristik biografis yang berbeda-beda. Usia, jenis kelamin, dan masa kerja termasuk dalam karakteristik biografis karyawan yang akan mempengaruhi kepuasan kerja dan kinerja karyawan Robbins & Judge, 2013. Usia Lebih dari 800 studi menemukan bahwa karyawan yang lebih tua akan merasa lebih puas pada pekerjaannya, tapi studi lain menunjukkan hubungan yang berbentuk U. Pada karyawan profesional kepuasan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia, sebaliknya pada karyawan non profesional tingkat kepuasan akan turun pada usia setengah baya kemudian akan naik lagi pada tahun-tahun berikutnya. Sedangkan pada kinerja karyawan ada keyakinan bahwa kinerja merosot dengan meningkatnya usia Robbins & Judge, 2013. Jenis Kelamin Sebuah studi metaanalisis menemukan bahwa perempuan memperoleh nilai yang sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki dalam ukuran-ukuran kinerja Robbins & Judge, 2013. Masa Kerja Masa kerja dinyatakan sebagai lamanya kerja seorang karyawan dimana masa kerja ini akan berdampak positif terhadap kinerja karyawan dan kepuasan kerja Robbins & Judge, 2013. Tingkat Pendidikan Pendidikan merupakan faktor penting dalam menentukan kemampuan kerja karyawan. Pendidikan merupakan indikator yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan Hasibuan, 2011. Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merupakan sikap emosional karyawan, dimana karyawan merasa senang dan cinta pada pekerjaannya. Kepuasan kerja dicerminkan melalui moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja Hasibuan, 2011. Karyawan akan menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaannya, jika tingkat kepuasan kerja yang dirasakan tinggi, sebaliknya karyawan akan menunjukkan sikap yang negatif, jika merasa tidak puas pada pekerjaannya Ivancevich, Konopaske, & Matteson, 2014. Kepuasan kerja dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu 1 individual karyawan dan 2 pekerjaan itu sendiri. Faktor individual karyawan dapat berupa tingkat intelegensia IQ, usia, gender, keadaan fisik, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja. Sedangkan faktor pekerjaan Karakteristik Biografis dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Individual yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja Wita Farla, Kosasih Zen, Yuliansyah M. Diah JMBS 2, 2017 Hal. 90 itu sendiri terdiri dari jenis pekerjaan, struktur organisasi, kedudukan, kesempatan untuk dipromosi dalam jabatan, dan hubungan sosial Mangkunegara, 2003. Dimensi Kepuasan Kerja Kepuasan kerja karyawan dapat diukur oleh beberapa dimensi. Robbins & Judge 2013 menyebutkan dimensi kepuasan kerja karyawan terdiri dari gaji, promosi, pekerjaan itu sendiri, atasan, dan rekan kerja. Sedangkan Ivancevich et al. 2014 menambahkan kondisi pekerjaan dan keamanan pekerjaan sebagai faktor penyebab kepuasan kerja selain lima faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Kinerja Individual Karyawan Kinerja individual merupakan hasil yang diperoleh oleh seseorang dalam melaksanakan tugas pekerjaan yang dibebankan kepadanya Mangkunegara, 2003. Kinerja individual merupakan gabungan dari unsur minat dan kemampuan, penerimaan atas delegasi tugas dan kemampuan, serta tingkat motivasi dan peran karyawan Hasibuan, 2011. Faktor internal dan faktor eksternal dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Faktor internal berasal dari dalam diri karyawan dan berhubungan dengan sifat-sifat individu sedangkan faktor eksternal berasal dari luar diri karyawan, seperti sikap rekan kerja baik atasan maupun bawahan, fasilitas kerja, dan iklim organisasi Mangkunegara, 2003. Dimensi Kinerja Individual Karyawan Robbins & Judge 2013 menyatakan ada enam unsur yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan, yaitu kuantitas kerja, kualitas kerja, ketepatan waktu kerja, efektivitas, tingkat kemandirian, dan hubungan interpersonal. Sedangkan Mathis & Jackson 2010 menyatakan indikator dalam menilai kinerja individual karyawan, meliputi kuantitas, kualitas, waktu penyelesaian, tingkat kehadiran, dan komunikasi. Hubungan Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan Terdapat beberapa pendapat yang membahas hubungan kepuasan kerja dengan kinerja karyawan. Judge, Thoresen, Bono, & Patton 2001 berpendapat ada beberapa model yang menunjukkan korelasi antara kepuasan dengan kinerja individual, yaitu 1 kepuasan kerja menyebabkan kinerja individual, 2 kinerja karyawan menyebabkan kepuasaan kerja, 3 kepuasan kerja dan kinerja karyawan memiliki hubungan sebab akibat, 4 hubungan kinerja karyawan dan kepuasan kerja dimoderasi oleh variabel lain, dan 5 tidak terdapat hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Berdasarkan pada model pertama, karyawan yang puas cenderung memiliki kinerja yang tinggi begitupula sebaliknya. Koesmono 2005, Engko 2008, Diana Sulianti 2009 dan Agustia 2011 menemukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan karyawan dan kinerja individual. Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian Karakteristik Biografis dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Individual yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja Wita Farla, Kosasih Zen, Yuliansyah M. Diah JMBS 2, 2017 Hal. 91 METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kausalitas yang digunakan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh dari beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data kuantitatif. Sumber data adalah data primer, yaitu data yang didapat dengan melakukan pengumpulan data langsung kepada responden atau objek penelitian. Teknik Pengumpulan Data Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner atau angket dimana responden akan mengisi sejumlah daftar pertanyaan yang diberikan. Kuesioner yang akan dibagikan terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas dilakukan untuk melihat valid atau tidaknya suatu kuesioner sedangkan uji reliabilitas untuk melihat konsistensi jawaban dari sebuah kuesioner. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah dosen Universitas Sriwijaya. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Jumlah sampel yang akan diambil sebanyak 220 orang dosen yang sedang aktif mengajar. Penentuan jumlah sampel ini berdasarkan pada jumlah sampel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael, dimana dengan jumlah populasi dosen Universitas Sriwijaya sebanyak 1269 orang, yang terdiri dari dosen tetap PNS sebanyak 1106 orang dan dosen tetap non PNS sebanyak 163 orang Mei 2017 dan dengan tingkat error 0,1 diperoleh jumlah sampel sebanyak 221 orang, dibulatkan menjadi 220 orang. Teknik Analisis Data dalam penelitian ini akan diolah dengan menggunakan Path Analysis analisis jalur. Path Analysis adalah perluasan dari multiple regression analysis yang digunakan untuk mengetahui hubungan kausalitas antar variabel. Sebelum dilakukan analisis jalur, data terlebih dahulu dirubah dari data berskala ordinal menjadi data berskala interval dengan menggunakan program Method of Succesive Interval MSI. Analisis regresi akan melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat baik secara bersama-sama uji F maupun secara parsial uji t. Uji F merupakan uji koefisien regresi secara bersama-sama yang digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika signifikansi 0,05. Persamaan regresi 1 yang didapat adalah Y = 0,060 X1. Pengaruh Karakteristik Biografis dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Tabel 5. Analisis Regresi Standardized Coefficient Beta Standardized Coefficient Beta Sumber data primer diolah, 2017 Berdasarkan hasil analisis regresi pada tabel diatas, karakteristik biografis dan kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja individual. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan uji F yang lebih kecil dari 0,05 0,00 0,05 dan nilai signifikan untuk kepuasan kerja yang lebih kecil dari 0,05 0,00 < 0,05. Persamaan regresi 2 yang didapat adalah Y = 0,002 X1 + 0,522 X2. Analisis Jalur Path Analysis Untuk mengetahui apakah variabel kepuasan kerja mampu menjadi variabel yang memediasi antara karakteristik biografis dan kinerja individual, maka dilakukan analisis intervening. Gambar 2. Analisis Jalur Jika melihat nilai koefisien antar variabel, nilai koefisien karakteristik biografis terhadap kinerja individual sebesar 0,002 sedangkan nilai koefisien karakteristik biografis terhadap kinerja individual melalui kepuasan kerja sebesar 0,060 x 0,522 = 0,031. Nilai 0,031 ini lebih besar dari nilai 0,002 sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja merupakan variabel yang mampu memediasi intervening antara karakteristik biografis dan kinerja individual. Temuan pada penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Andriyani & Zunaidah 2010 yang menemukan bahwa karakteristik biografis tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja individual. Artinya peningkatan usia, masa kerja, dan tingkat pendidikan tidak mempengaruhi kinerja dosen dalam bekerja. Walaupun dosen tergolong usia muda, masa kerja yang masih sedikit, dan tingkat pendidikan masih S2, tapi tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang dosen. Begitupula dengan dosen yang sudah senior dan bergelar doktor, juga tetap Karakteristik Biografis dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Individual yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja Wita Farla, Kosasih Zen, Yuliansyah M. Diah JMBS 2, 2017 Hal. 94 melaksanakan tugasnya sebagai seorang dosen yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian Koesmono 2005, Engko 2008, Diana Sulianti 2009 dan Agustia 2011 menemukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan karyawan dan kinerja individual, hal ini sejalan dengan temuan pada penelitian ini. Dosen yang merasa puas dengan pekerjaannya akan memberikan kinerja yang lebih tinggi. Menurut Hasibuan 2011, kepuasan kerja karyawan dicerminkan melalui prestasi kerja Karyawan akan menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaannya, jika tingkat kepuasan kerja yang dirasakan tinggi. Begitupula sebaliknya, karyawan akan menunjukkan sikap yang negatif, jika merasa tidak puas pada pekerjaannya Ivancevich, Konopaske, & Matteson, 2014. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1. Tidak ada pengaruh karakteristik biografis terhadap kinerja individual, 2. Ada pengaruh karakteristik biografis dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja individual, 3. Kepuasan kerja mampu menjadi variabel mediasi antara karakteristik biografis dan kinerja individual dosen. KETERBATASAN DAN PENELITIAN LANJUTAN Untuk penelitian selanjutnya dapat ditambahkan variabel lainnya seperti karakteristik pekerjaan dan karakteristik organisasi. REFERENSI Agustia, D. 2011. Pengaruh Locus of Control Dan Perilaku Kepemimpinan Situsional Terhadap Prestasi Kerja Auditor Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening. Ekuitas, 151, 1–22. Andriyani, & Zunaidah. 2010. PENGARUH KARAKTERISTIK BIOGRAFIS DAN KEMAMPUAN KERJA INDIVIDUAL DOSEN TERHADAP KINERJA DOSEN. Jurnal Ilmiah Orasi Bisnis, 50–67. Daryanto, E., Sagala, S., & Badiran, M. 2015. The Influence Of Individual Characteristics And Job Characteristics On Vocational School Teachers’ Job Satisfaction In Province Of North Sumatera. IOSR Journal of Research & Method in Education Ver. III, 51, 2320–7388. Diana Sulianti K. L. Tobing. 2009. Pengaruh Komitmen Organisasional dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara III di Sumatera Utara. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 11, Engko, C. 2008. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Individual Dengan Self Esteem Dan Self Efficacy Sebagai Variabel Intervening. Bisnis Dan Akuntansi, 101, 1–12. H. Teman Koesmono. 2005. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Dan Kepuasan Kerja Serta Kinerja Karyawan Pada Sub Sektor Industri Pengolahan Kayu Skala Menengah Di Jawa Timur. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 7, 171-188 Hasibuan, M. S. P. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi Jakarta Bumi Aksara. Ivancevich, J. M., Konopaske, R., & Matteson, M. T. 2014. Organizational Behavior and Management. Professional Safety, 4010, 36. Retrieved from Judge, T. A., Thoresen, C. J., Bono, J. E., & Patton, G. K. 2001. The Job Satisfaction-Job Performance Relationship A Qualitative and Quantitative Review. Psychological Bulletin, 1273, 376–407. Karakteristik Biografis dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Individual yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja Wita Farla, Kosasih Zen, Yuliansyah M. Diah JMBS 2, 2017 Hal. 95 Mangkunegara, A. A. A. P. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Remaja Rosdakarya. Mathis, R. L., & Jackson, J. H. 2010. Human Resource Management. Workforce Vol. 46. Rehman, A., Ullah, M. I., & Ul-Haq, M. A. 2015. The Influence of Individual Characteristics on Organization Performance and Job Satisfaction, 662, 119–137. Robbins, S. P., & Judge, T. A. 2013. Organizational Behavior. Pearson Education Limited Vol. 40. TENTANG PENULIS Penulis pertama Wita Farla merupakan salah satu dosen di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya. Penulis menempuh jenjang pendidikan Sarjana di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Sriwijaya dan melanjutkan pendidikan Magister di Program Magister Manajemen Universitas Sriwijaya. Penulis tertarik dengan topik penelitian mengenai Manajemen SDM dan Perilaku Organisasi. Beberapa penelitian yang telah penulis lakukan antara lain mengenai Kompetensi Dosen, Kepuasan Kerja Karyawan, dan Motivasi. Email witafarla Penulis kedua Kosasih Zen merupakan dosen senior di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya. Penulis menempuh jenjang pendidikan Magister di Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya. Penulis memiliki beberapa bidang keahlian di bidang Manajemen SDM seperti Merancang Struktur Organisasi, Melaksanakan Analisis jabatan, Merancang Sistem Penilaian kinerja, dan Pengembangan Organisasi. Beberapa penelitian yang telah penulis lakukan antara lain mengenai Sistem Penempatan Karyawan, Sistem Penilaian Kinerja Karyawan, dan Struktur Organisasi. Selain itu penulis juga sering diundang sebagai instruktur pada program pelatihan karyawan di perusahaan-perusahaan BUMN. Email kossasih_zen Penulis ketiga Yuliansyah Diah merupakan salah satu dosen senior di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya. Penulis menempuh jenjang pendidikan Magister di Program Magister Manajemen Universitas Sriwijaya. Penulis tertarik dengan topik penelitian mengenai Manajemen SDM dan Perilaku Organisasi. Penulis sering diundang sebagai instruktur pada program pelatihan karyawan di perusahaan-perusahaan BUMN. Email yuliansyah_diah ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication. Dian AgustiaThis study aimed to prove the impact locus of control and situational leadership behavior to auditor job performance through job satisfaction. This study uses a quantitative approach that focused on testing the hypothesis. Independent variables are locus of control LOC, situational leadership behavior PKS, while the dependent variable are job satisfaction KK and job performance PKA. Data collection procedures in this study was done by a survey using a questionnaire. The respondent was the auditor in accounting firm in East Java. Data analysis techniques to test the research hypotheses are conducted using multiple linear regression analysis. Based on the test, the conclusions obtained are locus of control and situational leadership behavior simultaneously have a significant impact on job satisfaction. Partially, locus of control has no significant influence on job satisfaction but situational leadership behaviors has a significant influence on job satisfaction. Locus of control and situational leadership behavior simultaneously effect significantly on auditor job performance. Partially, locus of control has a significant effect on job performance, but the situational leadership behavior has no significant effect on job performance. Job satisfaction has a significant effect on auditor job performance. The study of locus of control effect on job performance through job satisfaction is not proven. The study proves that there is an indirect effect situational leadership behavior to auditor job performance through job satisfaction as an intervening variable. Agustina HanafiThe purpose of this study is to identify and analyse the influence of the individual characteristics and organization climate on job satisfaction and its impact on employee performance of PT. PLN Persero Region-S2JB Branch Lahat. This study takes 107 people as a sampling that conducted by census. Data analysis was performed with the Structural Equation Model SEM using Lisrel software. There are positives and significants effect in partially and simultaneously of individual characteristics variable and organization climate on job satisfaction and its impact on employee performance. Individual characteristics have dominant influence on job satisfaction and its impact to employee performance. The implications of managerial suggests, to increase employee performance is with increase in individual characteristics, organizational climate, and job satisfaction of employee. Individual characteristics can be enhanced by providing interpersonal skill training and placement employee according their skills. Besides, organizational climate can be increased with repairing work tools. Finally, to increase job satisfaction, training leadership for chairman can be Sulianti K. L. TobingThe purpose of this study was to examine the influence of organizational commitment towards work satisfaction and employee’s performance. The population of this study is the employee of PTPN III in North Sumatera who has a position at middle manager. There are 174 employees in population and the number of sample were 144 respondents. All data of the respective measurement items are tested with reliability and validity test based on Alpha Cronbach to the internal consistence by using SPSS program version 15. To analyze the structural equation model, the study uses AMOS 7. The model of relationship between the three variables studied shown that the organizational commitment that comprise of affective commitment, continuance commitment, normative commitmnet have a significant effect on employee’s performance with positive signs. Work satisfaction has significant effect and mediate the effect of organizational commitment on employee’s performance of PT Perkebunan Nusantara III in North SumateraTimothy A. JudgeCarl J. ThoresenJoyce E. BonoGregory K. PattonA qualitative and quantitative review of the relationship between job satisfaction and job performance is provided. The qualitative review is organized around 7 models that characterize past research on the relationship between job satisfaction and job performance. Although some models have received more support than have others, research has not provided conclusive confirmation or disconfirmation of any model, partly because of a lack of assimilation and integration in the literature. Research devoted to testing these models waned following 2 meta-analyses of the job satisfaction-job performance relationship. Because of limitations in these prior analyses and the misinterpretation of their findings, a new meta-analysis was conducted on 312 samples with a combined N of 54,417. The mean true correlation between overall job satisfaction and job performance was estimated to be .30. In light of these results and the qualitative review, an agenda for future research on the satisfaction-performance relationship is ChoirunissaPrayekti PrayektiEpsilandri SeptyariniThis study aims to determine the effect of job satisfaction on individual performance with self-efficacy as an intervening variable for employees of PT Nusantara Surya Sakti Yogyakarta. This type of research used in this research is descriptive quantitative. The population used is all employees of PT Nusantara Surya Sakti Yogyakarta as many as 55 employees. The sample in this study were all employees of PT Nusantara Surya Sakti Yogyakarta, as many as 55 employees. The sampling technique used was total sampling with data collection methods using a questionnaire. The data analysis technique in this study used simple linear regression. Based on the results of this study, job satisfaction has no significant positive effect on individual performance. Job satisfaction has significant positive effect on self efficacy and self efficacy has significant positive on individual performance. In this study, self efficacy as an intervening variable has a significant positive effect on job satisfaction on individual performance. Keywords Job Satisfaction, Individual Performance, and Self EfficacyC StancuLa profesion –formacion- docente es un tema crucial en los actuales debates educativos. La existencia de dos decretos y el desplazamiento del verdadero sentido del ser maestro reclaman de los analisis un ejercicio de comprension del orden discursivo oficial. La calidad es el sustrato de la sociedad de control. En este marco se agencia nuevas practicas de subjetivacion del maestro los cuales podriamos situar en la calidad, flexibilidad, adaptabilidad, eficiencia, eficacia. En cualquier caso, el esfuerzo por hacer del maestro un intelectual de la educacion fue borrado. La gran cuestion consiste en saber que discursos regula el saber del docente a la luz de la sociedad de control. Fabian SpöhrStephan A PadoschRecently, human resource development concepts have become more important in intensive care medicine. Motivationally oriented leadership is an essential part of this strategy. Of particular significance, leadership first of all means not to demotivate the personnel. Furthermore, a motivationally oriented leadership concept creates a framework in which the physicians' own motivation may thrive. Intensive care supervisory staff today should be familiar with mechanisms and potential of established motivational concepts and should be able to transfer them consequently into clinical practice. © Georg Thieme Verlag Stuttgart New Influence Of Individual Characteristics And Job Characteristics On Vocational School Teachers' Job Satisfaction In Province Of North SumateraE DaryantoS SagalaM BadiranDaryanto, E., Sagala, S., & Badiran, M. 2015. The Influence Of Individual Characteristics And Job Characteristics On Vocational School Teachers' Job Satisfaction In Province Of North Sumatera. IOSR Journal of Research & Method in Education Ver. III, 51, 2320-7388. KoesmonoH. Teman Koesmono. 2005. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Dan Kepuasan Kerja Serta Kinerja Karyawan Pada Sub Sektor Industri Pengolahan Kayu Skala Menengah Di Jawa Timur. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 7, 171-188
biografi pendidikan dan pekerjaan termasuk unsur