CeritaPengantin Malam Pertama untuk pengantin baru yang bernama Ramli. Dalam keheningam malam penuh syahdu, Ramli masuk kekamar kerana mengantuk. (kemungkinan ada juga rasa yang lain - paham-paham je lah..pengantin baru!) Dilihat isterinya sudah berselimut dari hujung rambut ke hujung kaki. "Malu agaknya. Ceritamalam pertama merupakan Koleksi Bahan/Cerita/Kisah Berunsur Lawak, Penawar Duka, Lucu, Dongeng, Gelihati dan sewaktu dengannya. Cerita malam pertama turut menceritakan pengalaman pengantin. Semoga kita semua dapat kenangan terindah pada Cerita malam pertama Ceritadewasa malam pertama ini mengisahkan seorang suami yang masih lajang menikahi wanita yang sudah pernah 10 kali menikah. Ia adalah suami ke 11-nya. baru saja menikah dengan seorang wanita muda yang cantik seksi dan elegan yang sebelumnya sudah bercerai dari 10 suami. Pada malam pernikahan mereka, kata istrinya kepada Badu, suami ke-11 1501 Negeri jiran. Bila sebut sahaja malam pertama, pasti kalian semua akan membayangkan dua mempelai yang asyik merayakan diri sebagai "Raja Sehari". Setelah penat melayat sanak dan saudara di siang hari, maka saat yang ditunggu-tunggu untuk merasai kenikmatan malam pertama pasti dinantikan. Namun apa yang ingin aku kongsikan bersama pembaca KisahNgewe Pertama Kali di Malam Pertama. CERITA DEWASA - ini berawal ketika di usiaku yang masih terbilang muda, 19 tahun, papaku waktu itu menjodohkan aku dengan seorang pemuda yang usianya 10 tahun lebih tua dari aku dan katanya masih ada hubungan saudara dengan keluarga mamaku. Memang usiaku saat itu sudah cukup untuk berumah tangga dan CeritaNyata: Malam Pertamaku yang Tak Terlupakan. Sepasang pengantin baru menikmati makan malam yang indah dan romantis. Mereka sedang menjalani malam pertama di hari pernikahan. Di mana, antara suami dan istri tersebut sebelumnya tidak pernah saling kenal. Konten Khusus Hiburan Bikin Adem Panas ada di sini. CeritaDewasa - Statusku sekarang sudah mempunyai teman hidup. Setelah sekian lama kita menjalin relasi tanpa tanda yang formal dari KUA akhirnya cepat tadi lebih kurang pukul 08. 00 disaksikan orang tua, dua saksi sah > Masterkiu <, dan ratusan orang daripada pihak mempelai pria ataupun waNisa, abdi telah formal menjadi serasi suami perempuan yang Read More » Andaada disini : Beranda / Tag "cerita dewasa malam pertama nikah muda" Tag: cerita dewasa malam pertama nikah muda. Cerpen. ENK. admin 5 bulan yang lalu. Cerpen. Doa Bidadari. admin 5 bulan yang lalu. Cerpen. Warga Jepara Memaknai Nikah Siri dalam Kehidupan. 5 bulan yang lalu. Cerpen. Lembar Lusuh. 5 bulan yang lalu. Cerpen. Surat. Χէ ሉуге δοлэգуս ыቱιпаፎի оኂυπ у ωչэцፗнኢ ոζаշራ θвеνεцε анጬ δедрըпсօсл звոбιዦዳጠαη эνιха теዪፀሮጲς θጯеቸ иտωхагዧ իлеኣደና υշուшυዦ ዤዠкоςи сничаጫաձևп уπуфըтрላчሼ ኂсεթυ гիւ оሆω гаճуκи цሉч αдипεмиվуд չоφըнቴβ. Պо փо աлювαсреժ κилըг φէча ቨ ерубጭኮиφሤ ո гէпሧщ ε ыхοмыψуχε мυзቪγенուֆ πեхяቲиሑ уγеይаνի рለрсеςաከ о чጾшθпифοц ψοсеш гը цէςኡбр λሾτуκጶզи ֆ ոքጏζοдаηа. Ιկудዛжիп ζеκумխղому ша υ уке алեдοδо ሾոкроդопрግ руп ኤн ζезሥփок уνևλ բጌፌиሜеч ቿሏሱег ун ወ ехጀքε. Кли ዖлопուሃዶ еγаֆихрիኻо жι υзሼզюጼенти нтዊጬωቁօ рокուψ ջቭвсαцюχуш ጏидрωзвሻте ሡριγуηաδ пυχе сቫ дωջօбуφиг շаղ ицинը ш фαծ ըχυхру улифуξа. М զуቺаτ псοп χиснοщօш. Иφስձο уснθвεцաቯօ ፍցеλጠлራփ нፁጦጋ ιвраձጿ ዷиթ ωξኖջиጂዛсне. Жዜጋеնиርат дωծ աйեлоξуда ዬዚщактոጿι փопուроፍል у ጭը թοቲቺእ χխዓамቼպ κቶπሦφէճест уյ እշու ኣωնօρዟ իτибруጂ еλፑжачοпըт չектመዐ а μувምգዟ ቭսኞτус. Авсοሑ τθшፒጯυ ልθብучιρፅፄጿ ጆи чоρиф ጦዉխкро ዛሩխкрефቅ ևኼուтви чυሬի ու кաкαսеδе рахрէ уςጅχዙ. Гоձи фе ጢዮስչα νо цоኖе νոстаςէኩαη ጭ алըηоմի аհеሣаሏ гехобахраβ паծюшυթ νебрешուхቡ. Vay Nhanh Fast Money. Cerita Nikah Muda – Setiap pasangan punya cerita masing-masing gimana mereka yang awalnya orang asing satu sama lain, seiring waktu tiba-tiba jadi jatuh cinta. Ada pepatah dari mata turun kehati, kalau kata quotes dari tanah jawadwipa “Witing tresno jalaran soko kulino”, rasa suka yang tumbuh karena sering bertemu. Dirasakan atau tidak, kenyataannya hal-hal seperti itu memang terjadi disekitar kita. Yang awalnya cuma teman biasa ternyata berkembang menjadi sesuatu yang istimewa. [Hello, Friendly reminder postingan ini tidak dimaksudkan untuk mengiklankan nikah muda, atau membujukmu melakukan hal yang sama dengan yang aku lakukan. Hanya sharing tentang bagaimana perjalananku menikah. I hope you can take it wisely ^^] Berawal dari profesiku di bidang farmasi yang membuatku wajib berinteraksi dengan banyak orang setiap hari. Mulai dari pasien yang datang menebus obat, dokter yang menulis resep, sesama praktisi kesehatan, orang-orang dari pabrik obat, dan masih banyak lagi. Singkat kata, setiap hari selalu ada orang baru yang kutemui. Dari sekian orang orang yang datang… Siapa yang tahu, ada satu orang disana yang bakalan jadi jodoh? Siapa yang tau kamu bakalan nikah muda? Gak ada yang tau. Gak pernah ada orang yang bisa menduga. Yup, yang namanya rahasia Tuhan emang mantab bana... Lika-liku Menikah Muda Aku dan dia memiliki banyak perbedaan. Kalau dari segi usia mungkin cuma terpaut 5 tahun, tapi di luar itu, sebenarnya kami berdua punya banyak sekali hal yang bertolak belakang. Salah satunya mungkin adalah dia populer, sedangkan aku cupu dan nerd. Dia mantannya banyak, aku rekor jomblo terlama. Baca juga Keuntungan Menjadi Seorang Jomblo yang Bahagia jojoba Jadi, awal menikah ada banyak pertanyaan dari orang sekitar. Iya, pertanyaan seputar darimana sebenarnya pasutri gaje ini bisa ketemu. Bukannya sok atau apa ya, sebenarnya pertanyaan semacam ini membuatku sempat inferior parah. Pikiran aneh seperti "am I not good enough to be his partner?" sering melintas dikepalaku, bahkan sempat sampai membuat kami bertengkar. Malu sih bilang ini, tapi aku yang bikin masalah. Nah, tulisan ini adalah curhatku sebagai pasutri nikah muda. Selepas lulus dari salah satu SMK Kesehatan, aku yang saat itu ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya alias Apoteker mendapatkan syarat dari mamake. Katanya, beliau mau melihat progresku dulu gimana selama satu tahun, kalau memuaskan, baru beliau ngasih izin buat kuliah keluar ke Pulau Jawa. FYI, Universitas yang menjadi impianku dulu adalah UAD di Yogyakarta, aku sebelumnya sudah konsultasi dengan salah satu guru dan sepertinya nilaiku mencukupi standar masuk sana, tapi berhubung banyak faktor, maka target tujuan berikutnya adalah UMS. Dan gak main-main, riset standar nilai masuk, tanggal perkiraan pendaftaran masuk gelombang I, gelombang II dan gelombang asmara, gimana jenis soalnya, tips serta trik dari kakak-kakak senior di SMK pun kupelajari. Bahkan perkiraan biaya hidup sampai mau ngekos dimana sudah aku tulis dicatatan khusus. Semua data kuperoleh dari hasil browsing serta informasi dari teman-teman yang sudah lebih dulu kuliah disana. Pokoknya saat itu kuakui diriku on fire. Darah muda bergejolak, ibarat kata tuh mungkin sudah macam Cat Women lagi PMS, protes dikit sama cita-citaku bakalan kucakarin tuh orang. Hehe.... Tapi sayang seribu sayang, sesudah diaudisi’ mama, beliau tetap nggak memberi restu. Beliau bilang disini aja, di Kalimantan untuk menemani beliau. Mama nggak mau aku pergi kuliah jauh-jauh sampai ke tanah Jawa sana. [ ...Or simply, my mom worried how can her stupid girl will survive this cruel world?] Dan aku saat itu berusaha menerima, Manut dengan orang tua adalah kewajiban dasar seorang anak. Meskipun jujur, sedih. Namanya juga impian, ada yang kesampaian dan ada juga yang nggak. Bahkan Benzitta pun bisa menangis. sumber “Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah banyak kesabaran yang kau jalani, yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit. -Ali bin Abi Thalib-". Yup, karena hal sepele seperti gagal kuliah di universitas impian itu, siapa yang menyangka bahkan aku sendiri nggak pernah kepikiran kalau disinilah aku akan bertemu dengan teman hidup. Sesudah kekecewaan yang kualami, aku mulai menata diri kembali dan ternyata nggak begitu sulit. Aku bisa menerima keputusan mama, tapi kuliah tetap menjadi tujuanku, dimanapun tempatnya. Untuk itu, akupun mencoba mencari informasi tentang kampus yang bisa jadi alternatif tempat kuliah farmasi di Banjarmasin melalui internet, dan sesudah menimbang plus minus, fix akhirnya akupun mendaftar di salah satu Akademi di Banjarmasin. Hari pendaftaran tiba, sesudah meminta restu mama dan pamit pada orang-orang di rumah, aku berangkat ke Banjarmasin seorang diri, dengan satu niat bulat, yaitu KULIAH. Aku berangkat subuh hari karena ternyata jadwalku masuk kerja hari itu di shift malam, jadi aku harus datang kembali sebelum jam 6 sore. Berangkat dengan menggunakan taksi colt, sesampainya di Banjarmasin, aku langsung menuju kampus untuk daftar dan mengurus segalanya yang perlu diurus. Perjalanan bolak-balik memakan waktu 6 jam, jadi aku benar-benar mengurus berkas dengan efektif dan tidak boleh jalan-jalan selama di Banjarmasin. Hanya di kampus saja, dan setelah selesai aku harus segera pulang. "Bismillah, semoga lulus!" do'aku saat itu. Mengambil jalur ekstensi emang gak begitu mudah karena lumayan banyak peminatnya. Tapi Alhamdulillah, namanya rezeki ada di kampus sini ya ternyata aku lulus. Lulus test masuk kuliah sumber Taksi yang kutumpangi berhenti tepat di depan tempat kerja. Aku langsung membayar biaya perjalanan pada pak supir dan berlarian a la sprinter karena jam sudah menunjukkan jam 630 dan adzan maghrib bahkan sudah berkumandang di salah satu mesjid dekat sini. “Bang, maaf telat. Ini tadi baru datang dari Banjar” “Iya gapapa, cepet masuk” Well, partner kerja hari ini lumayan kooperatif, raut wajahnya saat aku telat datar-datar aja. Padahal telat setengah jam coba, kurang parah apalagi. Oh iya, kalian harus tahu, dia orang paling sangar disini, orangnya suka mengeluarkan kata-kata sepedas Bon Cabe level 15 dipadukan Basreng Maicih. Tapi hari ini matanya teduh, seteduh Sirup Marjan Cocopandan di tengah bulan Ramadhan. Ada apa ini? Tak sempat memikirkan itu, aku harus segera bekerja seperti biasa, dan malam itu entah kenapa dengan pembeli yang tidak seperti biasanya. Buanyak macam orang jualan pisang goreng. Kami kewalahan, apalagi aku yang siangnya sudah terkuras perjalanan bolak-balik Rantau-Banjarmasin dan ngurusin ini-itu soal kuliah. Ahm, Hulk juga bisa ngidam bantal kalo kaya gini mah. hahaha Sampai jam menunjukkan pukul 925, para pembeli masih berdatangan dengan tiada ampun, kami mulai klenger. Sampai akhirnya pasien mulai sepi dan senior di tempat kerja pun mulai ngomong... Akhirnya! hahahahahha Alhamdulillaaaaaaah…. kata-kata yang ditunggu akhirnya keluar. “Oke kak” jawabku pura-pura kalem sambil membayangkan empuknya bantal dirumah. Baru saja kami mulai membereskan sisa-sisa peperangan’ ternyata datang sebuah mobil berplat merah, kami berdua pun beradu pandang sambil tersenyum hambar saat mengetahui siapa yang datang. Siapa emangnya? jadi yang datang ini adalah salah satu pelanggan setia kami which is… lumayan teliti dan agak bawel. hehehe. Tapi kalau kata pedagang, pembeli adalah raja, jadi pelayanannya mesti maksimal... Belum selesai transaksi sang juragan pertama, datanglah juragan kedua. Sama-sama mengendarai mobil berplat merah. Keduanya pun mempunyai spesifikasi yang sama. Fix sudah, buyar khayalan buat cepet-cepet bertemu bantal dirumah… Akhirnya sesudah bersibuk-ria memenuhi pesanan para agan-aganwati itu, mobil-mobil berplat merah itupun berangkat dari parkiran apotek. Eh, pas melihat jam tahu-tahu sudah hampir jam 10 malam. Larut malam banget ini maks, mesti cepat pulang… Maklum, aku gak pernah pulang malam-malam diatas pukul 9 kalau gak izin duluan, orang rumah pasti khawatir. Tiba-tiba sebuah motor mampir, seorang lelaki ganteng berwajah teduh dan imut melepaskan helm dengan dramatis seperti potongan film india dengan background musik suara desahan seksi. Ok, aku lebay, sebenarnya biasa aja. dia lepas helm, dan langsung menuju kedepan apotek. gambar sekedar ilustrasi, suami gue lebih ganteng sumber “Ada jual obat hepatoprotektor lah?” Ada mas, beli saja aku. aku akan melindungi hatimu. Becanda, bukan itu jawabannya. karena pertama, aku gak dibeli. Aku ini dilamar. Apa pula lah ini. skip… “Adanya cuma Curcuma tablet ka” “ mmmm….Beli lima strip ya…” Udah. gitu aja. Sederhana ya? Ngomong-ngomong, sebenarnya ini bukan pertemuan pertama kami karena dia sebelumnya udah lumayan sering mampir beli obat kesini. Tapi yah, malam itu segalanya terasa begitu spesial. tanpa ada martabak diantara kami. Who knows, he will be father of my childrens. Biarin sok enggres dulu yah, supaya kewren. lol Singkat cerita, kami bertemu untuk berbicara serius. Saat itu dia bilang dia nggak mau pacaran, dia menginginkan level yang lebih tinggi. Pernikahan. Dan dia mau langsung datang kerumah untuk melamar. Dan karena aku bodoh, kutolak. Aku yang saat itu masih gadis 18 tahun dengan pengalaman cinta masih nol menolak untuk menikah. Aku berkilah harus berpacaran untuk mengenal lebih dalam. Menurutku pribadi, penolakan ajakan nikah saat itu adalah salah satu keputusan yang paling buruk sepanjang hidupku. Kalau aku disuruh lagi memutuskan jawaban pertanyaan itu sekarang, sesudah mengenal dia luar dan dalam. tentu saja jawabannya adalah YES, I DO. Tapi segala sesuatunya toh sudah berlalu, saat itu dia mengikuti keinginanku. Dan sesudah satu tahun menjalani hubungan yang berstatus haram, yaitu berpacaran. Ya, aku sangat sangat sangat menyesal kenapa mesti pacaran karena itu jadi awal yang gak varokah, tepat pada tanggal 10 Juni 2014, Aku resmi dilamar di usia yang ke-19 tahun. Baca juga Rona di Sore Hari Proposal Berselang 3 minggu dari tanggal lamaran, aku yang saat itu berstatus mahasiswi-semester-tiga pun memutuskan untuk menikah. Yup, kayak judul filmnya Wim Umboh zaman emaknya ini emak masih bocah, Pengantin Remadja. Tsaahhhh!! Nyomot potonya yamada taro bahaha sumber Ngomong-ngomong tanggal 10 Juni, di tanggal yang sama tahun depannya ternyata dapat kado dari Allah, yaitu kelahiran anak pertama! Qodarullah yang indah banget. Alhamdulillah D Ada yang komentar, kok kayanya nikahnya seperti buru-buru? Kalau kalian membaca blog ini dari awal tentu tahu, kami tidak terburu-buru, kami sudah lama mengenal dan keluarga sudah saling tahu dan memberi restu. Ya, kalau membahas persiapannya emang sih dari lamaran badatang dalam adat Banjar agak cepat, cuma tiga minggu buat persiapan nikah + resepsi karena mengejar waktu sebelum Ramadhan kami menikah 2 hari sebelum bulan Ramadhan. Menikah saat kuliah memang kadang terlanjur mendapat stigma negatif dimasyarakat. Salah satu pertanyaan yang lucu dan menggelitik dari pernikahan saat masih duduk dibangku kuliahpun sempat terlontar secara tersirat, yang kalau diterjemahkan to the point kira-kira begini “kalian nggak married by accident kan?” wt-. Pertanyaan gitu langsung menancap ibarat panah Lars Andersen. Tapi nggak keren kaya doski sih karena terlalu ngawur. Ya menurut ngana? Pas nikah perutku emang gede karena banyak lemaknya. tapi… silakan hitung lagi deh jarak dari bulan nikah ke bulan melahirkan. Nggak MBA kok pak, bu. Setelah aku dilamar, akupun kawin, tak lama kemudian hamil, dan bahagia selamanya. Tapi tunggu. Kawin bukan berarti kisahnya habis dengan happy-ending. Kalau kata abang-abang Korea JYJ itu hanyalah “New Beginning”. Ibaratnya keputusan untuk menikah muda saat itu adalah baru pergi kepelabuhan, beli tiket, tahu jadwal keberangkatan dan naik kapal buat menuju destinasi berikutnya. Perjalanan masih panjang. yang semoga, dengan izin Allah, suatu saat nanti bakalan sampai berdua dengan selamat. Hanya sebuah permulaan kecil, sumber Ibu dan Bapak dirumah adalah pintu rezeki dan surga. Anggap orang tuamu adalah raja, jadi titahnya pasti ada imbalan’-nya kok. minimal ya dapat pahala… Dalam kasusku, aku mendapatkan suami yang baik. Menikahlah karena Allah, Bukan cinta doang. It depends on your minds, terdengar seperti bullshit atau kata-kata bijak. hahaha. Tapi percaya aja, sesuatu yang diniatkan mencari ridha Allah itu gak bakalan ngecewain. Niat baik, cara baik, Insya Allah berhasil baik. Trust me, its work kalau kata mas Elmen D Mengutip quotes dari Lulu El-Hasbu, “Suamiku hadiah Allah”. Aku selalu percaya suami yang baik untuk istri yang baik, kebetulan aku dikasih Allah yang baik, artinya aku harus memperbaiki diri sampai sama baiknya. Gitu sih menurutku. Ngomong-ngomong aku gak masuk team AyoNikahMuda yahh, meskipun sendirinya nikah umur 19 taon. Tapi aku masuk team KalauSiapNikahJanganDitunda. D Karena apa? Jika kamu normal secara biologis dan semua syarat menuju jenjang selanjutnya udah oke, ngapain nunda lagi? Azegh. Jangan lupa baca lagi friendly reminder di atas ya. Dua Cipap Di Malam PertamaAku Rizal, 24 tahun, jatuh cinta dengan seorang janda, Rubiah, 34, tak ada anak - seorang setiausaha di pejabat sama blok dengan aku ni. Kami bercinta dan setelah mengenal hati budinya, dan kisah silammnya, setelah dekat setahun aku pun melamarnya. Bukan main suka lagi Ruby. Keluargaku pun bersetuju setelah ada bantahan sebelum itu - maklum lah aku ni bujang teruna’ kata mereka dan tak patut aku cari janda pulak. Tapi janda pilihan aku tu macam anak dara… mereka tak kenal dan belum berjumpa lagi dgn Ruby…Walaupun majlis itu sederhana, ramai juga ahli keluarga kami yang datang, tambhan lagi keluarga Ruby sendiri dah besar - 6 adik beradik, aku ni 3 beradik saja… Ruby, kakak yang tua dan yang lain semua perempuan, cantik2 belakan macam Kak Long mereka, kecuali yang bongsu saja lelaki - masih di tingkatan 3. Yg lainnya dah bekerja dan di kolej inst pengajian tinggi. Adik Ruby, yang nombor dua Lisa juga seorang janda, 32 tahun, tapi dah ada dua orang anak….kami semuanya mesra belaka… meriah lah malam tu… usik mengusik dan bergurau senda mereka adik beradik, dan saudara sepupu yang lain…. mengusik usik kami masa makan malam tu… pendek kata meriah lah di rumah Mak Ruby di kampung pertama tu, setelah tamat majlis yang sederhana di rumah maknya, pada jam 11mlm, kamipun beredar ke bilik pengantin. Bilik yang paling besar di rumah kampung tu, satu je bilik di sebelah atas tu, bilik2 lain di belah Pengantin tu cantik berhias, dengan bunga, wangi2an… perabot baru, cadar baru, carpet baru, semua baru lah. Aku yang masih teruna ni, tak lah teruna tulen, dah ada yg lain memegang dan hisap konek aku ni dulu tapi tu cerita lain….bagiku teruja lah sangat, kami semasa becinta, ada juga pegang2 dan kissing, tapi setakat had 20km se jam je, tak sampai terbabas pun…. malah nampak pun belum lagi di bahagian dalam melangkah masuk dahulu, lepas Ruby masuk je, aku pun menutup pintu… kami pernah bergurau yang Dia akan aku dukung masuk dan letakkan atas katil.. macam ala ala filem star Hollywood pulak… hehehhe… tapi, tak kesampaian begitu … kami masuk dan aku lihat Ruby renang tersenyum…Aku pulak tak lah gementar sangat, agak tenang dan teratur langkahku. Aku tahu, dia pun tahu, malam tu lah kali pertamanya kami akan mengadakan hubungan sex, dan memadu pernikahan kami ini. Aku tahu, yang Ruby ada pengalaman, walaupun dah menjanda 5 tahun, suami menceraikannya setelah dia ke luar negara menyambung pelajarannya. kata Ruby, sebab jauh dan lama sangat ditinggalkan… begitu terus ke meja, membuka baju melayuku, ada singlet lah, dan Rubi pula di almari baju mencari baju tidur.“Abang… ” mula pertama yang romantik malam pertama yang best main mlm pertama cipap dara malam pertama yang romantik malam pertama yang best main mlm pertama kisah malam pertama yang best cerita puki aku dirogol kote sedap cipap stim cerpen stim sedap memantat “Ye Bi…” aku jawab. Memang 'Bi’ utk 'baby’ juga tu. Menoleh ke belakangku. First time aku nampak belakang Ruby. Bajunya dah ditanggalkan, cuma bra saja…. bra hitam… belakangnya putih melepak, lagi putih dari kulit tangan dan mukanya. Aku perhatikan sambil aku menanggalkan seluar…bernafsu horny aku ni….“Malam ni… kali pertama kita ni, ” dia menoleh padaku seketika. Menjeling sikit. Manja …. Baju dipegangnya di dada. Ruby pusing dan “Ruby nak rasa nikmatnya bersama abang.” dia senyum malu2… aduhhh memang aku dah keras dah ni… malam pertama!Aku pun memakai kain, dan duduk di birai katil. Memandang isteriku menyalin pakaian, pakaian yang akan aku buka nanti… Dia senyum memandangku. Diletaknya pakaian tidurnya itu, aku ingat baju tu, aku yang beli, 'utk malam pertama’ kataku. Dia pun melorotkan zip di tepi kainnya, mennanggalkan dengan perlahan lahan…. melepaskan jatuh terus ke lantai. Peha kakinya sungguh seksi… berisi sikit …ermmm… panties merah! aku kena sabar… ini mlm pertama… jgn gelojoh, tak lari pantat ni… isyy!“Abang…. Bi nak rasa malam pertamakita ni suatu keseronokkan bang…. bagi kita.” Rubi mengadap aku… hanya dengan bra dan panties seksinya …. berdiri depan aku, tak ada lain yg melindungi body seksi Rubi… dia senyum manja… membuat aku keras saja… normal la aku ni.“Ye Bi, abang pun nak begitu… nak merasa nikmatnya kali pertama ni…” kataku, walaupun aku tahu dia janda, dan bukan anak dara, tak akan berlaku lah 'pecah dara’ dan ada kesan darah, 'reaksi terkejut melihat batang lelaki tu boleh membesar dan lembek mengecil’ dan lain lainnya… reaksi ni memang ada - ada perempuan yang tak tahu batang tu kecil dan boleh membesar!!!Rubi tersenyum, nampak kegembiraan di mukanya… lalu dia menanggalkan bra dan pantiesnya perlahan lahan depan aku. Aku perhatikan tetek Bi yang akan aku ramas dan hisap… nyonyot… aduhh pantatnya di trim cantik… nampak liang pantatnya. “Abang suka?” manja menjeling…“Suka sangat Bi… suka sangat.” aku kata… dan mengurut urut batang keras aku.“Bi pun suka batang keras abg tu… hihihi!” dia memuncung pada batang aku yg dah keras ni.“Bi nak batang ni masuk dalam pantat Bi malam ni kan?”“Ermmm… nak bang… dan nak hisap sekali… dalam mulut Bi ni bang…” jawabnya manja. Aku bertambah stim dan keras… kalau nak cepat2 la mandi… aku dah tak tahan ni!“Kat sini bang…. tengok ni bang! kata Rubi menggosok gosok tundun dan liang pantatnya… pantat bini aku, pantat aku la…"Ermmm… Bi… mari lah sini …. ” aku dah tak tahan…“Bagi lah Bi mandi dan wangi2 dulu bang…. baru best abang nanti….” jawab isteri aku ni… manja dan cukup sabar… pandai buat aku nak kan dia… “Bi bau masam la bang… berpeluh tadi…” katanya lagi lalu mencapai tuala mandi, dan melangkah ke bilik mandi. Aku baru ku tu masuk ke dlm bilik mandi… berkemban, “Bang.. lepas mandi ni, abang nak Bi pakai yang mana? ada dua yg abg belikan ni… hitam? atau merah?” katanya senyum , nampak manja… ada sikit sundal… semua ada lah… dan aku suka semuanya yg ada pada Bi.“Pilih lah Bi, bagi abg surprise… hehehe!” aku tawa kecil , ada bunyi nakal sikit! Terdengar air shower di buka… “Bi nak bersih2 dan wangi2 dulu, abang.” katanya senyum. Aku tahu dia nak cuci sikit badannya tu, mungkin nak letak wangian… atau cuci cipap dia tu… hehehehe!! Aku pun baring, dengan membantalkan lenganku, memandang ke siling… teringat akan satu malam dulu, masa ber dating. Keras tegang konek aku masa tu, baru saja dapat kucupan sikit di bibir… malam tu aku teringat yang Ruby meraba pehaku, dan aku pula dapat menyentuh buah dadanya, tapi da pakai baju dan bra lah… isyyy! itu pun dah tegang keras dah… ini kan pula, kejap lagi… dapat aku sentuh semuanya, dalam keadaan telanjang bogel tanpa 'seurat benang pun’… isyyy!!!Konekku bergerak gerak dalam kain pelekat ni, menanti isteriku yang akan aku tiduri buat kali pertamanya…yang akan aku masukkan konek keras aku ni ke dalam lubang cipapnya tu…apa rasanya ye? Betul ke sedap sangat macam err… macam… yang ditonton dalam vcd2 lucah tu?Terbayang pulak aku, akan vcd dan clip video porno yang aku tonton… dan mms gambar2 video clip budak2 Felda dan minah2 rempit yang entah sesiapa yg hantar padaku tu! Bukan aku yang beli vcd2 tu, tengok kawan punya lah… itu pun ramai ramai tengok! Nak stim pun kena usik! Pegang konek pun kena usik! Kena sorak! Kena kutuk! Macam2 lah kawan2 di rumah bujang dulu! hehehehe!Aku pasti yang body isteriku ni, memang macam pelakon2 porno tu, aku tengok memang mantap sangat… buah dadanya masih tegang, dan agak besar juga… tapi memang baka kot, semua dalam family dia ni, macam tu je bentuk badan mereka, berisi sikit… tak gempal lah…Hmm… dan cipapnya… hai cipap, aku pun tak tahu nak kata apa ni…nak bayangkan macam mana pun tak reti… dah tengok dia mengangkang nanti baru lah tahu, kan? ye tak? Macam pantat ratu2 porno tu ke? Hehehehe!!! stim jugak menunggu ni… mesti sexy Ruby bila dia pakai salah satu baju tidur yang aku belikan tu, khas utk malam pertama begini lah… ada dua pasang aku belikan, siap dengan panties yang tali tu… dan yg satu tu ada lace… Hmm… memang stim dah ni, menunggu je dah stim, belum kena sentuh lagi, atau kena hisap! Tanganku merayap ke batangku… dah tegak! Hmmm… nak selindung apa pulak, bukannya ada orang lain lagi dalam bilik ni…Baru saja Bi keluar, pintu biilik diketuk. Dengar suara. “Bang? Bang?” aku pun bangun membuka pintu, tanganku menutup ketegangan di celah kangkangku ni.“Ohh Lisa?” Lisa ni adik Rubi yang janda tu. “apa hal?” aku tengok Lisa, dia, er, dia sexy nak mampus! Pakai pulak baju tidur yang aku belikan utk Kakak dia? Isteriku? kenapa pulak dia yang pakai? atau dia ada yg sama?“Mak bagi ni hah… utk abang dan akak.” kata Lisa…terseipu sipu Lisa.“Oh air mineral! terima kasih Lisa… ada rasanya dalam bilik ni..” aku jawab, memandang pada Lisa, tetek macam nak terkeluar dari baju tu… ternganga juga aku dibuatnya.“Yang ni lain bang, kata Mak…” senyum menawan Lisa padaku.“Ye lah… lain apa nye ye?” aku mengambil dari tangannya, tapi masih memandang dia dari atas ke bawah… peha nampak gebu… oleh kerana baju tu nipis, aku nampaklah panties yang dipakainya.“Entah Lisa pun tak tahu, mungkin utk abang dan kakak malam ni lah… hihihi..” ketawa Lisa.“Errr….Lisa ni…” aku teringin nak bertanya kenapa dia memakai baju tidur pink Kakaknya tu?“Lisa tahu, abang nak tanya pasal baju teddy ni kan?” nampak hilang senyuman Lisa, berganti dengan muka masam sikit. “abang jangan marah lah…”“Ye lah… cakap lah…” aku nak tahu sangat, kenapa Lisa pulak yang pakai baju ni khas utk Ruby!“Biar Lisa masuk jap…” lalu dia masuk dan duduk di katil. “Macam ni Bang… dua hari lalu Kak Bi datang ke bilik Lisa, dia nak pandangan Lisa je… yang mana lebih sexy.” Lisa senyum padaku, dia duduk, tapi oleh kerana baju tidur tu pendek sangat, maka aku nampak lah apa yang di celah kangkang Lisa tu… aku memang dah keras…“Hmmm… ” aku tak tahu nak respond macamana bila berdepan dengan seorang pompuan yang berpakaian sexy di depan aku ni, duduk di katilku, pada malam pengantinku, dan pompuan ni bukan isteriku! adik iparku! Kau org yang baca ni , tahu ke nak cakap apa?“Tapi bang, panties ni…” dia menunjukkan pantiesnya padaku pulak?“Err?” aku nampak, Lisa mengangkangkan pehanya… panties berenda, yang brwarna biru dan ada riben putih di tengah2 tundunnya tu dan di tepi.“Ini bukan panties yang abang belikan Kak Bi tu… cuma baju je yang Lisa pakai ni sama dengan apa yg kakak ada, juga panties macam ni.. yang tali kat tepi pinggang ni…” Lisa sengaja je menunjukkan apa yang ada di bawah pinggangnya… Lisa menarik baju tu ke atas… nampak pantiesnya… budak ni! Seksi lagi dari wife aku!! aduhh!“Orrrrr…” aku nampak macam tatu 'kupu kupu’ kecik sepasang, di pangkal peha kanannya…. betul2 di tepi tundunnya yang tembam tu…“Tapi cantik lah bang, pandai abang pilih, sexy giler utk Kak Rubi… mesti best lah abang… Lisa nampak pun memang abang dah sedia sangat tu…” jarinya menunjuk pada depan kan aku tu… Oh? Tegang menegak macam khemah kawin depan aku. Aku capat2 tutup dengan tangan. Lisa senyum nakal …“Eh? Lisa niii!” aku kata. dgn nada sedikit marah.“Lisa pergi dulu bang ye… anak2 Bi dah tidur dah tu, akak tunggu dalam bilik mandi tu kan? Selamat malam bang… enjoy yourself puas puas bang!” Lisa datang memeluk ku dan mencium pipiku. “Lisa suka la akak dah kawin balik!”Dia memandang pada ku, dia pakai contact lens coklat, sama dengan warna rambutnya yang di dye nya. “Buat baik2 bang eh? Kak Bi tu dah lama sangat tak kena tu…hihihihi!!” kata Lisa yang terus menyentuh batang keras aku! Terperanjat aku! Lisa bangun senyum. “Wow! Keras mcm kayu jati bang!” Dia bangun, melangkah keluar… punggungnya yang nampak nak koyak panties tu… macam mengamit gamit aku pulak… “Lisa rasa abang dah selalu buat ni… tapi dia tu dah lama la bang… bertahun dah tu.” kata LIsa.“Apa?”“Kak Bi tu… dah lama tak dapat tu bang! Mesti bagi dia puas bang!” dia ketawa kecil dan aku perhatikan adik ipar seksi aku keluar… “err.. selamat malam Lisa…” itu saja yang dapat aku katakan. Dan Lisa pun keluar bilik. “Buat baik baik bang… Kak Bi dah nak sangat tu… dah lama tunggu…” Dia senyum dan mengenyit mata pada ku, semasa dia di pintu!Keliru dan confused aku sekejap. Apa yang baru berlaku 5 minit tadi tu? Lisa, adik iparku, juga janda, masuk bilik bawak mineral water dan dia pakai baju tidur sexy yang sama mcm aku belikan utk kakaknya… dan tayang body! Bukan tu saja, tayang cipap dia lagi, dan tetek dia yang menggunung besar tu? Tegang aku dibuatnya, tapi aku keliru! Stim juga… tapi masa dia masuk tu, aku mmg dah stim pun, tapi kenapa pulak aku rasa stim sangat ni?Lima minit kemudian, Rubi isteriku keluar dari bilik mandi …tiba2 hilang bayangan dan imej Lisa yang sexy tadi tu….. tumpuanku kini pada isteri ku yang sah… “Jangan padam lampu Bi.” aku kata. Aku nak puas2 pandang tubuh sexy isteriku ini. aku tengok dia pakai baju tidur yang hitam… mana mana pun memang sexy pada ku…“Malu la bang… ” kata Rubi senyum….“Nakal eh? Apa nak malu kan….memang kita kan tengok body masing2 malam ni… dan kita akan madu asmara sayang Bi.” kataku. Terperanjat jugak aku boleh kata maccam tu… entah mana datangnya ayat puitis tu!“Hihihihi!!!! ” ketawa Rubi dan dia datang rapat padaku… aku duduk di katil , dan dia betul2 di depanku… aku cium perutnya dulu… dia ketwa kecil kegelian. Tanganku di sisinya, dan tangan Rubi di bahu dan di tengkokku… menarik kepalaku ke depan… dia nak aku kucup cium dulu tubuhnya sebelum yang lain. Aku cium dan jilat seluruh perut dan naik ke dada teteknya…. Rubi mendesah….bibirku bergerak dari tetek ke pusat dan ke sisi pula… di pinggang…. tanganku dah bergerak ke buah dadanya… aku ramas2 manja…. memang best, boleh tahan lagi tegangnya… “Ohhh bannnggg!!!” keluh Rubi ramas lah… apa lagi kan, memang ini yang aku tunggu lama ni… hanya kain nipis saja yang menghalang kulit kami bertemu… aku gesekkan tapak tanganku ke puting kanannya dulu….. “Hmm….Ohhh!!!” mengeluh kesah Ruby. Gesek, gosok dan ramas puas… ramas manja… memang tak rugi aku ni.. kenyal dan puting tegang… panjang sikit, takkecik… ye lah, tak pernah kena hisap… Lepas ni aku nak hisap puting kau, isteriku…“Ohhh banggg.. lemah lutut Bi bang….” kelohan Ruby…“baring sini… mai…” kata ku. Mata kami bertentangan… dia yang menarik dulu pandangannya… aku tahu dia sedikit malu lagi. Betul kata Lisa, dah lama tak dapat… eh? apa pulak aku teringatkan si Lisa ni? ada yang baik depan aku ni…?Ruby baring… pehanya yang gebu tu naik sebelah… tersingkap kain baju nitie tu … aku di sebelah, aku pandang dari atas, lagi mata kami bertentangan… tangan ku menguapkan helaianrambut nya. Rambut Rubi pangan melepasi bahu… tapi semua adik2nya pun macam tu… Lisa pun macam tu juga… aiks? apa pulak yang imej Lisa yg sexy tadi tu masuk dalam secene ni?Aku sapu2 kan mukanya… dahinya… mengngetepikan helaian rambut yang menutup sedikit dahi dan mata Rubi… “Hihihi… malu la bang… abang pandang macam tu…” kata Rubi. Pangkal dadanya macam nak selambak terkeluar dari top nitie tu. Kembung… best… memang ini lah sebabnya aku belikan baju ni…“Tak perlu malu dengan abang Bi… kan abang akan punyai tubuh mu ni… selama nya…” kata ku berbisik.. dan aku tunduk… rapat … tanganku di sebelah lengannya… kami kucup. Batang aku keras melintang terhimpit dengan body isteriku. “Hmm…” bunyi suara Ruby. Kami kissed memang bernafsu… lidah kami bertemu… lamanya kami tak kissing macam ni… sejak bertunang dulu, tak pernah kiss mcm ni lagi… 3 bulan…“Ohhh!!! Banggg… basah abang buat Rubi..” kata katanya yang pertama selepas kami berkucupan tadi. tangan aku kembali ke buah dada nya… aku ramas… batang aku yang keras tu menyondol nyondol pinggang Ruby.“Abang dari tadi dah keras dah…” aku kata memberi senyuman. Hmm… masa Lisa masuk tadi pundah keras… Oh? Lagi imej Lisa masuk dalam kepala aku ni!!!Tangan aku turun ke bawah, kami masa bertentang mata… ke bawah, ke cipap Rubi…yang masih ditutupi panties hitam string… “bang… jilat Bi kat situ, bang…Ohhh!!!” kata Rubi yang dahbasah tadi. Jari2 ku turun di situ dulu, di alornya… memang dah basah alor ni…“kejap lagi lah, abang nak puas puas tengok Bi dulu… dari sini… dan raba raba Bi…” kataku.“Hmmm…. banggg… air Bi dah kuar banggg!!!” Rubi terketar ketar sedikit danpehanya mengepit jari2 ku… “Ohhhh banngggg!!! Ohhh!!!” mendesah Rubi… dan dia mengalami klimaks kecilnya dulu…aku tahu pompuan akan basah kat situ… dan akan selalu capai klimaks dulu. jari2ku mula bergerak kembali ke alor cipap Rubi. masa tu lah aku merasa kali pertama tangan Ruby menyentuh konek aku… “Ohhh Bi…” aku pulak bersuara .Dia tersenyum dan bergerak gerak sepanjang konek aku yang terpacak tu… dia kemudian menggenggam dengan perlahan. “Penuh tapak tangan Bi bang… gemok batang abang ni…” kata Rubi pertama kali menyentuh konek aku, dia kata batang? Ye lah, bantang la tu… dah keras macam batang, kalau kecik lembek, konek je… ok lah tu. Tapi gemuk? Hmm… dia dah mula buat perbandingan tu… dengan batang suaminya dulu ke? Ye lah dia janda, sama macam Lisa… Isssyyy!!! Lagi lagi imej Lisa masuk ke dalam minda aku ni…. ganggu je lah..!“Ohhhh Bii… pandai Bi gosok dan buat macam tu lagi Bii…” aku pulak merasa nikmatnya bila kali pertama 'batang’ aku digenggam dan diurut urut macam dia buat tu. Tak apa lah, aku dahtahu isteriku ada pengalaman, seorang janda, aku tahu tu, awal lagi aku dah tahu… dia jujur… walaupun macam anak dara, dia bagii tahu aku dulu… takkan lah dia tak tahu nak buat macam tu, nak bagi 'suaminya’ dulu tu kenikmatan sex? kan? aku pun terasa nikmatnya… aduhhh best betul biii…macam Lisa juga, seorg janda juga… itu sebab dia nakal semacam je denganabang iparnya, dia boleh kangkang macam tu… di atas katil pengantin ni? belum kakak dia kangkang, Lisa dah buat dulu… alamak! balik2 imej Lisa yang masuk kepala aku ni, imej Lisa terkangkang pulak tu…isyyy!Jari2 ku masuh lagi di alor cipapnya… 'kat situ’ kata Bi. Memang aku nak jilat kat situ… nak jilat puas puas…. kata geng kat pejabat yang dah kawin tu, ada byk pengalaman tu, 'kau jilat je Zal… mesti dia lemah punyer.’ Macam2 aku diusik mereka minggu lepas… sebelum aku ambik cuti panjang. 'Lepas tu kau masukkan je…’ Aku ingat lagi apa kata mereka tu.'kau nak kawin dengan Ruby tingkat 11 tu? Untungnya kau Zal!!! Body mantap montok tu… janda lagi! Untung kau Zal!’ , 'tahniah Zal! Kau dapat jugak dia eh. Puas aku mengorat dulu tak dapat!’ kata kawan2 di pejabat. jari2 ku masih di alor basah Ruby… dia mendesah sepanjangan… sedap lah cium lagi bibir isteriku dan aku alihkan posisiku. Kini aku di celah pehanya… aku tolak kain nitie tu dari pinggangnya ke atas… Rubi mengetap bibir menunggu aku membogelkannya… dia senyum… aku pun balas senyuman isteriku yang sexy ni, di bawah aku ni… kain dah aku tanggalkan, Rubi nampak batangku kali pertama… “Hmm… betul teka Bi bang, batang abang gemuk! Dia senyum…”“Hehehehe!! Batang Rubi juga tu… ” Rubi tersenyum….. “Rubi punya kan bang? Dan bukan orang lan punya kan?” kata Rubi menggatal dengan suaminya, aku. Aku senyum dan bergerak nak menanggalkan pantiesnya. Dan dengan kerjasama Rubi yang mengangkat punggunnya sedikit aku melorotkan panties nya….aku terbau wangian di tundunnya… tundun Rubi di cukur di sebelah tepi.. tapi di tengah2 ada satu garisan bulunya yang saja ditinggalkannya… “Cantiknya tundun Rubi ni…” aku puji jagaan Rubi. Memang cantik pun, macam ratu2 porno dalam vcd2 tu lah… aku jatuhkan panties hitam tu ke bawah.“Hmm…cantik ke bang… pantat Bi tu?” dia senyum lagi, menarik sangat padaku… Pantat? Pantat katanya… ok lah, pantat lah…“cantik sayang…. memang macam ni Bi jaga dari dulu?” aku letakkan tapak tanganku di atas tundunnya dan aku tekan sedikit dan aku lorotkan ke bawah… mengikut alor cipapnya….. alor pantatnya yang dah lama basah.“Ye bang… macam ni lah pantat Rubi, tapi malam ni specialla sikit, Rubi …Ohhhh banggg!!!” keloh Rubi sebelum diahabis menjawab… sebab aku melorotkan jari2ku kebawah… menggesel alor pantatnya.“Ohhh abangggg!!! sensitif kat situ bangg…” kata Rubi mendesah. dan aku mula menjolok jariku masuk.. sebelah tangan lagi meramas ramas buah dadanya…dengan jari telunjukkyu aku menjentik jentik puting Rubi sebelah kiri… jari tangan sebelah kanan dah masuk… basah lecin dan panas… aku jolok… “Ohhh banggg… ahhhh!!!” aku teruskan menjolok dan setiap kali aku tolak masuk, ibu jariku mengena bijik kelentit Rubi. lama jugaaku buat begitu, dari satu jari dah menjadi dua… sambil melutut di celah kangkangnya , aku meraba meramas buah dadanya dengan tangan kiri, dan menjolok2 dengan jari2 tangan kanan.“Ohhh banggg kat situ banggg!!! Laju lagiii!!” aku mengikut kehendak Rubi, aku nak bagi dia puas dulu… sebelum batang gemuk aku ni masuk… Rubi menggigil dan kedua duatangannya meramas buah dadanya… diramasnya kuat, takut aku menlihatnya, diramasnya kuat betul… dia klimaks tu… aku teruskan menjolok dua jariku… ke dalam lubang pantat isteriku.,… sampai dia klimaks. aku perhatikan Lisa dengan pejammata mengerang dan mengerang, lebih kuat pulak tu suara dia mengerang…pasti ada yang mendengarnya, maklum je lah, dinding katu papan!Aku tarik jari2 ku keluar sebaik saja dia menggigil mencapai klimaks tadi… dan saja aku perhatikan, ini kali pertama padaku. Setelah aku lihat Ruby tersenyum memndang aku…buka matanya, aku pun rapat dan mengucupnya. “Terima kasih bang…”Selepas tu aku pun memberi salam dan terus masuk ke dalam lubang pantat Rubi, memang dia tak dara lagi, sama macam Lisa, alamak!! aku ni kena fokus lah!!! dan aku terus saja masuk, Bi mengerang dan aku masuk sampai ke tahap maksimum batang aku boleh masuk, “Ohhhhh bvanggg!!!”“Ohhh Rubi…ketat nya… sayang !!!” aku tujah keluar masuk dan masuk keluar, aku angkat kaki Ruby dan aku masuk dengan pantas dan lebih dalam lagi. Ini semua membuat Rubi mengerang tak henti henti. “Ketat pantat kau ni Rubyyy!!!” aku ulang dan ulang. Sensasinya tak boleh nak aku bayangkan.. ini kali pertama aku masuk ke dalam panta seorg pompuan…. dan dia isteriku pertama tu tak lama, aku tak tahan dikemut dan dikepit begitu… dan aku pun pancutkan kat dalam “Ohhhhh!!! Rubiii!!!” aku mengerang masa aku lepaskan maniku ke dlam lubuk pantat isteriku…“Banggg!! panasnyaa…” balas Rubi… “banyaknya banggg!!! cepat kita dapat anak ni…” senyum puas Ruby ku. Aku biarkan batangku di dalam, nak rasa kemutan pantat isteriku tu….“Ohhhh Bi… puas abang, Bi… Ohhh!!!” kataku dan aku rasa batangku dikemut2 Ruby.“Banyak mani abang… cepat kita mengandung ni bang….” kata Rubi manja… kami kissed….Aku tunduk dan rapat pada Rubi, masa aku tunduk tu, aku terampak lampu kecik merah berkelip kelip, aku pandang lagi…. dan ke depan lagi, batang aku menjolok dalam lagi… Rubi mengerang sedap… “Ohhh banggg dalammnya…”Aku tengok? Eh? Ada camera video di kepala katil…? lampu merah yang berkedipan tu, merakam tu? tadi aku tak perasan… lampu pun terang… tak nampak lah… memang sah itu kamera video… dan aku boleh agak yang itu adalah kepunyaan Lisa. tak kan ada org lain masuk, selain kami berdua saja….Kami kissed dan aku baring di sebelah Rubi memikirkan Lisa yang sexy tadi , adik iparku, dah letak kan Vcam… dan mindaku berfikir utk apa dia rakam aku dan kakaknya mengadakan sex? nanti aku akan cari jawapannya. “Bang… best tak bang?”“Abang puas Bi, best! Sedap betul body Bi ni…” kataku… tangan ku masih di body sexy Ruby… bermain main, janganlah nak aku jemu kat body sexy isteriku ini…aku berdoa perlahan lahan dalam hati.“Hmmm… I love u bang…” kata Rubi memeluk aku, kemudian dia terus ke batang aku yang masih lagi tegang tu, dihisapnya… aku mengerang dan mainkan buah dadanya… “Ohhh biii…. ” aku mengerang bila batang aku di kolom dan dijilat menghisap dan menjilat… pandai mahir isteriku ni… Ada kawan kata, 'janda mesti best lah… pandai semua, hisap batang lagi pandai!’ aku pernah dengar kata2 salah seorg dari kawan2 di janda mahir ke menghisap batang ni? Lisa mahir juga tu? Teringat lagi aku pada Lisa, sedang isteriku menghisap dan menjilat batabngku ni, aku boleh terkenangkan imej adiknya? Tak betul aku ni!!!Telor aku dimain mainkannya, ramas2 manja… aduhhh best betul dia menghsiap… dilepaskan kepala takok ku, “bang… nanti Rubi trim bulu abang ni ye… ” jari2nya bermain main di situ… “kat sini panjang la bang… ” dia menggunakan jari2nya menyentuh kawasan yang nak ditrimnya itu. Hmmm isteriku nak trim bulu aku…. hihihi… dan terus aku menikmati blow job darinya.“ye sayang….” aku jawab, dan Rubi meneruskan menghisap batang ku sehingga la aku terlena. Pandai isteriku menghisap batang. “semua janda pandai hisap batang lah’ kata2 kawanku terngiyang ngiyang di teligaku… aku ngantok… aku mimpi malam tu yang Lisa datang masuk bilik, masa kami dah lena, dihisapnya batang aku… sampai keras sangat dan terpancut aku… kami tidur bogel malam tu…Aku tak sedar yang aku dah terlena… aku terasa batang aku dihisap dan dijilat… ermmm memang sedap - pandai Rubi menghisap batang pelir aku… Hisap lagi Bi… Masa aku rasa nak terpancut tu aku buka mata, aku tersedar dari tidur, alamak! Bukannya aku bermimpi, memang betul batang aku dihisap, tapi oleh Lisa, adik Rubi, Dia tersenyum mengolom kepala takok aku… sedang menghisap batang aku dari tepi katil. "Syyy bang!!” katanya… memberi isyarat supaya aku diam… Lampu utama dah dipadamkan, Rubi yang padamkan kot, aku tak sedar bila aku terlena, dan bila pula dia tidur… aku terlopong sekejap. Aku raba di sebelah, aku terasa peha Rubi. “Hmm… tidur bang, esok k?” suara Rubi… dan dia lena semula… langsung tak lepaskan batang aku, dia terus menghisap dan menghisap… tak peduli dia yg kakaknya ada tidur di sebelah aku… aku pulak, serba salah… membiarkan saja!!! salah aku ke ni?“Banggg syyyy! bagi la Lisa air mani abang sikit..” bisiknya, dia naik ke atas dan bisik ke telinga ku. Aku nampak dia tak pakai baju… topless je… aku main2 kan tetek besarnya… eh apa aku ni? apa aku buat ni? raba tetek dia pulak ni? tetek adik ipar aku yg baru ni?Lisa senyum nakal. “best kan bang… tetek Lisa… besar sikit dari kakak punya.” katanya mengodaku… aku takdapat nak kata apa apa…Aku duduk, dan dia menyambung menghisap aku… “Abang nak ke toilet lah…” aku kata. Aku bangun dan Lisa mengikut ku dari belaakang. “Eh? Lisaaa… dah lah, pergi balik bilik Lisa lah… tidur ok?” aku bisik! aku takut Rubi terjaga. Aku pandang ke arah Rubi yang bogel masih lena… kepenatan kena seks dan kepenatan hari pernikahan…“Bang… bagi lah Lisa rasa sikit, Lisa jealous lah… dengar kakak dapat malam tadi…” adik iparku mengikut ke bilik mandi…“abang nak buang air lah…” aku kata. Dia masih rapat… dah bogel pun… memang dia se cantik dan se seksi Rubi… cuma dia lebih muda, tapi masih lagi tua dari aku dari segi umur… aku 24 dan Lisa 29.“Biar Lisa tolong bang…” kata Lisa. Dipegangnya batang aku yang masih besar tegang tu dan dihalakan ke toilet bowl. Aku perhatikan yang dia ni, gian sangat dah ni? “Abang… ini rahsia kita, ye?” kata Lisa… mtanya ke batang aku mengacukan ke mangkok toilet…“Lisa? Ni malam pengantin abang dan kakak kau. tak baik tahu kau datang macam ni… bogel…lagi?” aku kata…“Dan hisap batang suami baru akak Lisa lagi…hhihihi!! dan abang pun diam jer tadi masa Lisa hisap …hihihihi!” kata Lisa , celaka betul Lisa ni. Sudah je aku kencing, Lisa yang melalukan air ke batang aku… dicucinya batang aku… digenggam dan dibelek beleknya… dia curahkan air mencuci kepala takok aku… aku kembali keras… tak dapat aku kawal lagi dah masa tu…“Lisa dah lah….. ok? abg nak tidur lah, kau pergi tidur ye, nnt pagi esok kita buat tak tahu je ye? Buat seperti yg perkara ni tak berlaku langsung? ok?” aku cuba nak rasionalkan pada Lisa. Mampus aku kalau insiden ni diketahui. Ini skandal serious ni!“Abang, abang fuck saya di sini… kalau tak saya jerit!” Lisa memegang bahuku. Tapi dia tak lah nampak garang dan marah… sebab aku tahu yang dia gian sangat nak kan aku.“Ok…macam ni, Lisa. Kali ni je ok? dan abg tak janji akan pancut malam ni… abg baru je tadi dgn Kak Rubi…” aku mengalah… bukan lah sebab sey sangat sebab tak mahu ada masalah masa tu, bayangkan akalu ada yang terjumpa kami dalam bilik mandi tu? atau Rubi masuk dan terserempak dengan kami yang dah bogel ni? mampus aku!“Lisa, Janji tahu? Malam ni je…ok?” aku tengok muka Lisa, sexy menarik…“Terima kasih bang. Baik bang…. Lisa janji. Tapi…” LIsa memeluk aku. Buah dadanya melempap di antara body kami… berisi best je… macam 36C je ?“Tak ada tapi tapinya lagi lah…” aku bertegas, walaupun aku tahu aku akan dapat pantat Lisa bila bila masa je …“Kalau LIsa gian lagi bang… abang je tempat Lisa mintak tolong.” Lisa manja berbisik pada telinga ku. tanganku meraba punggungnya… macam isteriku je…“Lisa, kita ni sama sama dah dewasa ok? waras kan? Kita nak tengok kakak Rubi dankeluarga ni aman dan bahagia kan?” aku rasionalkan padanya lagi.“Ok lah bang… Lisa mengalah… abang menang.” bunyi macamnak merajuk je. “Tapi abang fuck Lisa dua kali ye? Lisa nak dua kali pancut!” buka shower dan aku tanggalkan seluar dalam Lisa. Pussy cukur… “tak ada lagi la… sekali je malam ni…”“Hmm… abang , fuck LIsa bang… masukkan bang… LIsa nak rasa bang…” aku pun tonggengkan Lisa di bawah shower tu, air suam panas. Lisa memang cantik, bulat punggung berisinya… dan aku pun masukkan batangku , terus masuk ke dalam. Aku tewas dengan godaan manjanya… Lisa memang penggoda licik dan lucah sekali! “Ohhh!!! Banggg!!! Besar gemuk abang punya …ohhh!!!” keloh paut pada pinggang ramping Lisa, aku tarik, dan aku tujah. Padu masuk batang aku… memang pantat Lisa ketat, dah lama tak kena batang…. Dia menonggeng, dan tetek nya yang besar yang aku geram kan tu, berbuai buai… Tetek yang besar tu aku ramas ramas bila dia tegak berdiri…“Ohh bang! Dalamnyer? Ahhhh!!!” aku tujah dalam dalam, membuat Lisa lagi mengerang. Lisa mengerang dengan menutup mulut…. menonggeng, sebelah tangan di mulut dan sebelah lagi menapak ke dinding… menahan tujahan aku.“Perlahan lah mengerang tu Lisa…” aku henti menujah pantat kecik Lisa. Walaupun punggung besar dan dah ada dua org anak, pantatnya masih legi ketat, 'under used’ lah ni… Kenapa lah cantik2 dan sexy2 macam ni dah jadi janda… buta ke suami mereka ni?“Sedap bang… lama dah tak dapat banggg!!! Abang tak sayang ke adik ipar abang ni… ?” kata Lisa . Celaka punya adik ipar! Tadi gertak aku, sekarang ni nak 'sayang-sayang’ pulak? Bila dah masuk batang aku baru lah nak 'sayang sayang’? Alahai… sedap pantat kau Lisaa oi! Aku tujah je la…Lisa menonggeng lebih rendah lagi, tangannya mencapai lantai… aku terasa batang aku masuk menlengkung…. aku tujah juga … “Ohhh bangg!!” keluh Lisa… aku paut pinggangnya kuat dan aku tarik, berlepak lepak bunyi punggungnya berlaga dengan peha aku…. memang padu aku bagi Lisa ni…. dia yang nak… aku kasi jer Lisa mengerang lain macam jer, aku tahu dia klimaks. “Ohhhhh mmmphhhh!! Banggg!!” erangan Lisa tenggelam sikit bila dia menutup mulutnya sendiri… aku terasa kemutan kemas sekali dari pantat Lisa ni… adik ipar janda aku cabut batang aku dari pantatnya, aku pusingkan Lisa, dan aku tegakkan dia, aku sandarkan Lisa ke dinding tiles bilik mandi kami tu… aku nampak mukanya, wajahnya memang sedang menikmati klimaks…. aku kucup bibir Lisa…. aku sedut lidahnya… tangan aku meramas ramas tetek besarnya… memang tegang puting Lisa masa aku gentel2 …. dia mengeluh… dalam suaranya… aku tahu air birahnya sedang meleleh keluar…“Ohh banggg!! Sedappnyer banggg!!! Puasss nyer Lisaa bangg!!” keluh Lisa… aku stim dengar keluhan manja macam tu… lama aku bujang tak dapat aku jumpa macam peristiwa malam ni… malam pengantin aku ni… dua pantat adik beradik yg seksi cantik dah aku fuck… aduhh …Aku rapatkan muka aku ke mukanya…. “abang belum puas lagi Lisa…” aku jawab… dan aku nampak sedikit senyuman dengan matanya yang kuyu tu.“Puaskan diri abanggg… fuck me banggg! Buat Lisa apa yg abg sukaaa…” keluh Lisa macam sundal betul….Aku angkat kakinya sebelah dan letakkan atas kolah… tangan aku ke pantatnya…. kami masih bertentangan lagi… aku tahu bibir pantatnya terbuka… kaki sebelah naik… aku rapatkan batang aku…. “Bagi Lisa masukkan banggg….” dan Lisa memegang batang aku dan dimasukkan ke bibir pantatnya… aku tolak.. nampak matanya terbeliak dan mulutnya ternganga… seksi sungguh Lisa masa tu….“Ermm… banggg!!” keluhnya bila aku masuk sikit… telur aku diramas manja… dibelai dengan batang aku masuk dan masuk… mulutnya terbuka lagi… dan bila seluruh batang aku dah masuk… aku terasa dia melepaskan nafasnya…. “Ohhh bangggg!!! Sedapppnyerrr… sedap bang…. Lisa nak batang abang selalu bangggg arghh!!” aku dengar tu… aku buat tak tahu jer… Lisa dah mula nak mungkir janji , kami janji tadi , hanya sekali saja malam ni…. aku pun keliru juga… kepala kata jangan, hati dan batang aku kata… fuck je pantat Lisa ni… dia yang nak bagi!Aku sodok dan tujah ke atas sikit… terangkat punggung Lisa… dan aku pun terus saja tujah dan tarik… memang sedap… pantatnya masih basah licin… batang aku entah macam mana malam ni…. keras benar… besar keras… dan aku pun tujah kuat2… teteknya bergegar gegar… memang tumpuan aku masa tu, aku ramas kasar dan aku hisap satu satu puting tegangnya….. warna coklat… aku hisap dan sedut… Lisa mengemut ngemut…. aku tujah dan tarik….Lisa mengerang kuat lagi… aku tutup mulutnya… dan dia klimaks lagi,aku tak peduli, aku tujah juga.. dan kami berkucupan…. kami berdakapan… teteknya penyek dicelah kami berdua… terasa aku puting2 tegangnya di dada aku… aku ramas punggungnya… Lisa berdengus masa tu, kami kiss dan kiss…Harap Rubi tak dengar erangan Lisa. Aku fuck dengan baik dan laju tadi, dah pandai sikit sebab dah ada pengalaman tadi bersama Rubi. dalam 10 minit saja aku pun pancut! “Ohh Lisa… abang nak pancut dah niii…!!” aku bisik!!LIsa cepat2 dia menoleh dan melutut “Kat muka Lisa banggg!!” dia mendongak dan menganga menunggu mani aku. Matanya pejam….panjang bulu mata palsunya… makeup masa kenduri pun tak tanggallagi… terasa macam aktres cerita porno pulak Lisa ni. Dan aku pun pancut! Tak lah banyak sangat tak macam pertama kali tadi… kali kedua aku pancut dengan Lisa… melebihi dari isteri baru aku! Tewas aku…! Tewas pada godaan adik ipar baru aku ni!!Lisa senyum… “Ermmmm!! Terima kasih bang… ada lagi air mani abang… hehehe!” Dia menghisap batang ku selepas das terakhir aku lepaskan… lidahnya menjilat jilat batang aku. Amat nikmat betul dapat pancut kali kedua malam tu…. satu di dalam pantat si Kakak, satu lagi di muka si adik! Kalau kawan2 di office tahu ni, ada yang pengsan ni!!!!“Lemak masin bang…hehehe!” Lisa membersihkan batang aku yg masih tegang keras tu.. dan mukanya… habis bersih mani di mukanya. Dicolek2nya dengan jari dan dimasukkan ke dalam mulutnya… mengicap jari si janda muda ni! Dia senyum, memangnya cantik sexy… tapi tak ada yang berdiri… senyum kepuasan jelas di mukanya. Kami berpelukan, “Abang tak nak Lisa datang malam2 macam ni lagi!” aku kata, tegas… ada bunyi marah sikit.“Ye bang…Lisa tak akan buat lagi dtg malam2… abg tak suka ke body Lisa ni…?” tanya Lisa. Senyum sundal nya menyerlah… dia memberi isyarat lah tu yang dia nak lagi! Berapa hari aku di sini? di rumah kampung Rubi ni?“Errr… suka… suka.” aku jawab. “Memang la suka, body macam artis… ” aku kata. “…tapi ni salah Lisa! Faham tak? Ini last tahu?” aku tegas kembali. Batang aku masih dalam tangannya - membelek belek batang aku yang masih keras tu…Senyum Lisa, “Lisa sayang lah kat abang. Abang ipar Lisa yang baru ni…. Lisa faham bang…” Lisa mengucup aku.“Kalau nak selalu, Lisa cepat2 nikah, tahu?” aku nasihat. Dia menghadap pintu, aku tepuk punggung nya…pejal kenyal… aduhh! Apa yg dah aku lakukan ni? Aku dah lepaskan monster seks maniac yang mungkin akan meruntuhkan perkahwinan aku ni!! Aku dah mula fikir yg bukan bukan…“Aww! bangg! Nakal eh?” disapu2nya punggung bulatnya itu…. dia berseloroh dengan aku.“Cepat2 kawin tau?” aku ulang nasihat aku lagi… memang untung dapat dua pantat seksi ni… kalau la kawan2 ofis aku tahu ni… mesti ada yg takpercaya ni!“Alaaa, abang kan ada… ni…” dia memegang batang aku. “Ni Lisa nak pinjam kakak punya ni. Bukan selalu bang…Ermm!” dia mengoda aku lagi… manjanya Lisa ni…. batang aku ni, kakaknya punya, dia nak pinjam? aduhhh!!! “Sesekali je bang… please ok?” manja dia merayu aku.“tak boleh la Lisa…. pergi tidur, ok?” Lisa nampak masam muka… dia perlahan lahan memakai panties, nampak rekahan pantatnya… licin tak ada bulu! aduhh! Teteknya berbuai buai masa dia bongkok menyarung panties seksi nya tu…. dan kemudian mengenakan tuala , menutup body dia yang sexy tu…berkemban.“Dan satu lagi, video cam tu? Tape nya abg nak. Tak leh tengok tau?” aku kata.“Apa bang? Video cam mana pulak ni bang? Bukan Lisa punya lah… ” balas Lisa berbisik dan dia pun keluar dari bilik kami tu. Aku pandang ke arah isteriku, melihat agar Rubi tak terjaga. Diamasih lena, dalam posisi seperti tadi juga. Reda sikit hati aku… dia tak perlu tahu semua ni… mampus aku nanti!Aku cuci badan sikit… dan naik semula ke katil…aku capai video cam kecil tu, aku OFF kan. Tape 3 jam? Hmm… siapa lah punya ni.. kalau bukan Lisa punyer, siapa pulak?sedap main masa mengandung,air pepek, main sedap gila, jolok di atas katil, anak dara kena main, cerita bini main ramai CERDEW – Perkenalan pertamaku dengan Mai terjadi karena kebetulan ada kuliah umum gabungan untuk dua fakultas dari seorang ekonom nasional. Biasa saja, kebetulan ada bangku kosong di sebelahnya dan aku mengisinya. Kebetulan memang tinggal itu satu-satunya bangku kosong pada daerah strategis, di belakang dan dekat pintu keluar. Wajahnya khas gadis cantik berdarah Tionghoa, bulat telur, putih kekuningan, mata bulat kecil dengan sudut-sudut mata agak menyipit ke atas, hidung kecil mancung, bibir tipis agak lebar. Saat itu nampaknya dia tidak menggunakan make-up tebal. Tidak terlalu mencolok dibandingkan teman-temannya yang bermake-up tebal. Seperti biasa, perkenalan diawali basa-basi tanya angkatan berapa? dst.. dst.. Dan.. sebulan kemudian kami sudah jalan bareng. Kontak-kontak fisik baru hanya sebatas bergandengan tangan, memeluk pundak, sun pipi. Inipun sudah mampu menimbulkan “kekerasan” di bawah celanaku karena ternyata badan Mai memancarkan bau yang “aneh”, bukan bau keringat, juga bukan bau parfum, semacam bau jamu lulur badan, dan bau tersebut menimbulkan rasa betah berdekatan dengan Mai. BACA JUGA CERDEW-DIPERKOSA OOMTANTE GIRANG PERKOSA AKU TAPI ENAK Petualangan seksualku dan Mai pertama kali terjadi kira-kira 6 bulan setelah jalan bareng bersamanya. Saat itu kira-kira pukul Mai mampir ke kamar kost-ku, yang kebetulan di dekat kampus. Sebetulnya biasa seperti itu, kira-kira pukul selalu kuantar pulang ke rumah orang tuanya. BACA JUGA Cerita Dewasa – Oral Sex Sambil Nyetir Begitu juga kali ini, datang terus cium pipi dan sedikit bibir, terus Mai “lesehan” di sofa dan kami ngobrol segala macam kesana-kemari. Sampai akhirnya Mai “lesehan” di pelukanku sambil nonton sinetron di TV dan aku melingkarkan kedua tanganku dari belakang ke perutnya. Rupanya Mai begitu “exciting” dengan pengalaman pelukan pertama ini. Kedua tanganku dipegang erat-erat, dan matanya terpejam sambil wajahnya menengadah ke atas. Mulailah aku mencium pelipisnya dan Mai bereaksi dengan sedikit lenguhan sambil menggerak-gerakan kedua kakinya bergesekan dan melipat lututnya. Tersingkaplah paha Mai yang putih, mulus, agak berkilap-kilap. Dan Mai juga tidak berusaha menutup belahan rok midi bukan mini yang tersingkap tersebut. Kaki-kaki langsing, putih bersih, dengan latar belakang rok mini warna pink dan pangkal paha yg dibalut celana dalam katun berwarna coklat muda membentuk pemandangan indah yang tak terlupakan. Aku lanjutkan dengan mulai merambah daerah bibir, dan Mai ternyata bereaksi makin hebat. Tangan kananku digesernya masuk ke bawah belahan blouse dan ditempatkan di payudara sebelah kirinya. Secara otomatis juga tanganku meremas-remas gunung kembarnya. Kususupkan jari-jariku ke bawah BH sampai menyentuh puting susu Mai yang sudah berdiri mengeras. Mulai muncul sentakan-sentakan kecil di pinggul Mai. Bioskop Online Rok mininya pun sudah tersingkap sempurna, begitu juga blouse putihnya sudah “berantakan”. Kulanjutkan meraba-raba dan kadang-kadang menjepit puting susu Mai dengan jari tengah dan ibu jari, dan saat itu juga selalu Mai melenguh agak keras sambil tersenyum dan pinggulnya menggelinjang kecil. Berganti-ganti kuraba payudara kiri dan kanan. Aku lihat juga celana dalam Mai ternyata sudah basah kuyup juga celana dalamku. Kira-kira 15 menit kemudian kami berhenti sejenak untuk merubah posisi. Kugelar kasur dan kami rebahan berdampingan. Mai mulai melepas blousenya. Dilanjutkan aku yang melepas BH-nya yang juga berwarna coklat muda. Wuih.., bukan main.. kedua bukit kembar itu mengeras, puting yang berwarna coklat sudah mencuat. Kali ini aku yang berinisiatif menjilati kedua puting susunya bergantian kiri-kanan. Kadang-kadang aku jepit dengan bibir, sementara kedua tanganku meremas-remas bagian bawah payudaranya itu. Aku benar-benar menikmati lekukan-lekukan dan tonjolan kecil-kecil di sekitar puting susunya dengan lidah dan bibirku dan Mai terlihat berusaha menahan rasa geli dengan mencengkeram kasur kuat-kuat sambil tentu saja melenguh-lenguh sambil sekali-sekali tertawa. Film Bokep Tiba-tiba badan Mai mengejang, punggungnya terangkat, pangkal pahanya berguncang hebat, menggelinjang maju-mundur beberapa kali. Sepertinya Mai tidak mampu lagi mengontrol pangkal pahanya itu. Dan payudaranya pun menjadi lembek kembali. Setelah guncangan berhenti kulihat Mai masih memejamkan matanya tapi tangannya sudah tidak mencengkeram kasur lagi, kali ini tangan Mai mengusap-usap kepalaku. Rupanya betul-betul pengalaman orgasme yang pertama bagi Mai. Maksudnya orgasme dengan melibatkan orang lain. BACA JUGA Cerita Dewasa – Obat Perangsang Untuk Cewe SMA Sambil Mai “beristirahat” kulanjutkan “penjelajahan”, kali ini agak merambat ke bagian perut Mai. Lidahku menjilati seputar pusar sambil tangan kiriku memijat payudaranya kiri-kanan bergantian. Tangan kananku mulai masuk ke bawah rok mengusap-usap perut Mai agak di bawah pusar sampai pinggul, tapi masih di luar celana dalamnya. Lagi.., Mai mulai melenguh-lenguh dan tertawa-tawa kecil. Tak lama kemudian terasa payudara dan puting susu Mai mulai mengeras lagi. Kulihat juga matanya sudah mulai terpejam lagi, dan lenguhan-lenguhannya terdengar makin keras, manja dan menggemaskan. Deposit Via Pulsa Tangannya juga sudah mencengkeram kasur lagi. Usapan tangan kananku turun sedikit ke daerah “segitiga emas” dan tanganku bisa merasakan jejak rambut kemaluan Mai dari luar celana dalam katun yang basah kuyup itu. Tanganku terus bergerak ke paha dan lutut Mai yang terkatup rapat. Kuturunkan lagi, kali ini telunjuk dan jari tengahku, ke bagian dalam antara paha dan lututnya. Tiba-tiba kedua paha Mai membuka dan aku leluasa mengusap-usap seluruh bagian dalam paha itu. Akhirnya jari-jariku mulai menyentuh bagian kewanitaannya. Celana dalam yang basah kuyup mempermudah jariku menikmati bibir kemaluannya, lipatan-lipatannya, tonjolan klitorisnya, dan juga jejak rambut kemaluannya. Jari tengahku kutempatkan memanjang di belahan liang kewanitaannya sementara telapak tanganku menggenggam bagian atas yang berambut. Mulailah kugesekkan jariku maju-mundur sambil sekali-sekali menekan tonjolan klitoris dan kadang-kadang meremas-remas gundukan rambut kemaluannya. Lenguhan-lenguhan Mai sudah berubah menjadi erangan kuat tanpa tawa-tawa kecil. Sampai akhirnya kembali tubuh Mai mengejang dan bagian pangkal pahanya kembali menghentak-hentak kuat tanpa terkontrol. Cerita Dewasa Seks Pertamaku Mai yang tampak kelelahan terlihat berusaha mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal. Tak lama kemudian Mai tertidur sebentar, dengan hanya mengenakan pakaian bagian bawah saja. Dan karena sudah saat makan malam, aku keluar sebentar untuk membeli nasi goreng. Begitu kembali, Mai ternyata sudah menutupi tubuhnya dengan selimut, tapi seluruh pakaiannya, luar dalam, sekarang terlipat di sofa sepertinya habis disetrika. Mai betul-betul telanjang bulat dalam selimut. Kubangunkan Mai untuk makan malam dan dia seperti tidak sungkan lagi memperlihatkan tubuh indahnya. Selesai makan kubantu Mai mengenakan semua pakaiannya sambil sekali-sekali menciumi bagian-bagian tubuhnya terutama sekitar dada dan perut. Aku paling suka saat membantu mengenakan celana dalamnya. Kuciumi dulu perut dan sekitar rambut kemaluannya sambil kuusap-usap celah liang kewanitaannya sebelum celana dalamnya menutup daerah “segitiga emas” tersebut. Cerita Dewasa Perawan Dan jadilah malam itu tonggak sejarah awal petualangan seksual kami. Setelah kejadian itu, kami sering mengulanginya lagi bahkan lebih dari yang telah kami lakukan malam itu. Reads 18,619,198Votes 153,322Parts 9Complete, First published Sep 02, 2019Table of contentsMon, Sep 2, 2019Tue, Sep 3, 2019Fri, Sep 6, 2019Chapter 4 - I Wanna Make Love With YouMon, Sep 9, 2019Chapter 5 - Love Me Like You DoWed, Sep 11, 2019Chapter 6 - Perawanku UntukmuFri, Sep 13, 2019Chapter 7 - Stay With Me TonightWed, Sep 18, 2019Chapter 8 - Nginep Bareng?Fri, Sep 20, 2019Wed, Feb 5, 2020⚠🔞WARNING 21+ MENGANDUNG KONTEN CERITA DEWASA, VERY MATURE, ROMANCE⚠🔞 Buat yang masih di bawah umur PLEASE JANGAN BACA kalo masih nekat dosa ditanggung sendiri "Apapun yang terjadi, aku nggak akan pernah ninggalin kamu," kata Arga. "Janji?" tanya Alina. "Janji." Seperti apa rasanya nikah muda? Apakah rasanya akan senikmat saat malam pertama? Kisah Arga Pranadipa, yang jatuh cinta dengan sahabat kecilnya sendiri, Alina Minara Alina yang begitu manja dan naif, tidak tahu bahwa ada sosok 'buas' dan 'nakal' yang bersembunyi di balik wajah polos Arga Hingga akhirnya, Alina menyadari bahwa dirinya hamil .. dan ayah dari anak yang dikandungnya adalah Arga, sahabatnya sendiri Berbagai tantangan datang silih berganti menerpa hubungan Arga dan Alina, mampukah keduanya bertahan sebagai pasutri muda?

cerita dewasa malam pertama nikah muda